HUKRIM

Penyidik Dan Ahli Bidang Teknis Temui BPK Di Jakarta, Audit Kerugian Proyek Terminal Transit Passo

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Ma­luku bersama Ahli Bidang Teknis dari Kampus Politeknik Negeri Ambon bertemu Tim Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dalam rangka koordinasi peng­hitungan kerugian keuangan negara proyek pem­bangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun anggaran 2008 – 2009 sebesar Rp 26 mi­lliar yang bersumber dari APBD Kota Ambon.

“Pada Rabu kemarin, Jaksa dan ahli bidang teknis berkoordinasi lagi dengan BPK RI di Jakarta terkait penghitungan kerugian keuangan negara proyek pembangunan Terminal Transit Passo,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis, 30 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, ahli bidang teknis dari Kampus Politeknik Negeri Ambon ikut dilibatkan dalam koordinasi tersebut lantaran turut terlibat bersama Jaksa Penyidik dalam melakukan pemeriksaan fisik proyek di lapangan.

“Ahli bidang teknis ini kan yang kemarin turut serta melakukan pemeriksaan fisik proyek, serta mengetahui bagian-bagian titik proyek yang termuat dalam kontrak kerja pembanguan terminal transit Passo,” jelas Samy.

Hasil perhitungan kerugian keuangan negara tersebut, kata Samy, selanjutnya akan dilampirkan kedalam berkas perkara ketiga tersangka di tahap penyidikan, kemudian kasusnya akan ditingkatkan ke tahap II, yakni menyerahkan tersangka beserta barang buktinya dari Penyidik ke Penuntut Umum.

Tiga tersangka itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Angganoto Ura yang saat ini menjabat Asisten I Sekertaris Kota Ambon, Jhon Lucky Metubun selaku konsultan pengawas dan Amir Gaus Latuconsina selaku rekanan pelaksana yang menggunakan bendera PT. Reminal Utama Sakti.

“Setelah BPK menyerahkan hasil auditnya, maka langsung dilakukan proses tahap II. Sebab, saat berkas perkaranya diteliti Penuntut Umum (Tahap I), masih terdapat kekurangan, yakni tidak dilampirkannya hasil perhitungan kerugian keuangan negara,” terang Samy.

“Dan kami tentu berharap proses perhitungan kerugian keuangan negaranya bisa segara rampung, sehingga proses tahap II juga bisa segera dilakukan untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” tambahnya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top