NEWS UPDATE

Penyidik Segera Limpah Tersangka Paulus Untayana Ke Penuntut Umum

TIM Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon segera melimpahkan tersangka korupsi dana bantuan koperasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI tahun 2010 sebesar Rp 1,5 miliar, Paulus Untayana, beserta barang buktinya ke Penuntut Umum (Tahap II). Sebab, berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh Penuntut Umum (P21).

“Berkas perkara tersangka Paulus Untayana sudah selesai diteliti dan telah dinyatakan P21 oleh Penuntut Umum. Sehingga, penyidik mengagendakan akan melakukan proses tahap II nya pada pekan depan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Ambon Sunoto, saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Jumat, 22 Maret 2019.

Dijelaskan, Bos Koperasi Usaha Tekad itu saat ini ditahan Penyidik Kejari Ambon di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Ambon demi kepentingan penyidikan. Yakni, agar tersangka tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan yang sama dan tidak menghilangkan barang bukti.

“Tersangka masih ditahan di Rutan oleh Penyidik. Setelah kasusnya naik tahap II nanti, kemungkinan besar tersangka akan kembali ditahan di Rutan oleh Penuntut Umum,” jelas Sunoto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tahun 2010 pemilik Koperasi Usaha Tekad, Paulus Untayana, mengajukan proposal bantuan dana ke Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk modal usaha koperasi yang dipimpinya itu sebesar Rp 5 miliar. Namun yang direalisasikan oleh kementrian sebesar Rp 1,5 miliar.

Dana yang bersumber dari APBN tersebut,  harusnya dibagikan kepada usaha menengah kecil  (UMK), dan setiap tahun harus disetor ke kementrian. Sayangnya hingga 2019, tersangka tidak mengembalikan dana tersebut, karena dana itu dibagikan kepada perorangan bukan UMK.

Akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan sebesar Rp 1,5 miliar. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Ten­tang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top