AMBONESIA

Pertamina Akan Bangun Talud di Wayame

RakyatMaluku.com – MASALAH tumpahan avtur di Kali Taheng, Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu, 15 Agustus 2018 lalu, yang telah mencemari lingkungan sekitar telah diselesaikan pihak Ter­minal Bahan Bakar Minyak TBBM) dengan warga yang bermukim di seputaran Wayame.

Yang mana kedua belah pihak telah melakukan rapat membahas masalah ini. Rapat digelar di TBBM Wayame, Kamis, 6 September 2018.

Perwakilan Terminal BBM Wayame diantaranya Operation Head Pertamina Terminal BBM Wayame, M.Ali Basa, Krisno, Imam, serta perwakilan Pertamina Maluku-Papua Junior Officer Suhendar.

Mewakili masyarakat Wayame, khususnya RT 06/RW 03 yaitu Ketua RT W Agoha, Imam Masjid La Hiri, Edy Belay, D. Sahetapy, Oktovianus Marun.

Rapat yang berjalan kurang lebih 2 jam sejak pukul 14.00 WIT, itu selain membahas persoalan tumpahan minyak, mereka juga membicarakan soal kontribusi TBBM Wayame ke masyarakat RT 06. RT 06 merupakan daerah yang berdekatan dengan Terminal BMM. Masyarakat meminta pihak Terminal BBM bisa memberi kontribusi seperti membangun talud dan pembangunan Masjid di RT 06. Untuk pembanguna talud, serta Masjid, sudah disepakati, pihak Terminal BBM, akan membantu.

Ketua RT W. Agoha mengatakan, tumpahan minyak yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak diinginkan oleh siapapun. Apa yang sudah terjadi merupakan musibah. Pasca kejadian itu, Pertamina langsung melakukan pengobatan terhadap masyarakat.

“Kita tidak ingin terjadi. Kejadian itu Pertamina langsung menyarankan agar tidak menyalakan api dan kita turuti. Kita diberi nasi bungkus, kita juga diobati. Kita berterima kasih kepada Pertamina,” kata Ketua RT saat rapat tersebut.

Sementara Oktavianus Marun mengatakan, sejak berdirinya Terminal BBM wayame tahun 1991 dan mulau beroperasi dtahun 1994, Pertamina tidak perna memperhatikan masyarakat wayame khususnya RT 06. Pertemuan ini juga, lanjut dia karena terjadinya musibah tumpahan minyak, kalau tidak, mungkin mereka tidak pernah masuk ke kantor. Olehnya kedepan, Pertamina harus memperhatikan warga setempat.

“Sejak berdiri, belum pernah kita bertemu dengan Pertamina. Pertemuan ini karena tumpahan minyak. Tapi kita berterima kasih karena sudah membantu dalam artian mengobati. Saya berharap juga kalau ada penerimaan karyawan, anak-anak kita diutamakan Pertamina,” harapnya.

Sementara D. Sahetapy menanggapi pertemuan antara LSM dan Pertamina. Kata dia, saat pertemuan pertama itu, hasilnya tidak disampaikan ke masyarakat. Padahal, warga sangat membutuhkan informasi rapat itu.

“Saya heran saat pertemuan pertama LSM, Novi dan Pertamina. Kok kenapa hasil rapat tidak disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Terkait permintaan warga agar dapat dibangun talud serta memberi sumbangan kepada masjid RT 06, perwakilan Pertamina Maluku-Papua Junior Officer Suhendar. Kata Suhendar, talud diakhir September, talud sudah bisa dibangun.

“Minggu ketiga dana cair dan kemungkinan minggu ke empat September sudah dibangun. Untuk Masjid nanti kita survei. Kita tetap membantu warga RT 06,” tandasanya.

Sedangkan Operation Head Pertamina Terminal BBM Wayame M.Ali Basa, dihadapan perwakilan masyarakat, ia mengatakan bahwa kasus tumpahan minyak sudah ditangani polisi.

“Kasusnya sudah ditangani (Direktorat Resrese Kriminal Khusus). Saya bahkan sudah dipanggil dua kali. Pertama itu saya diperiksa sampai jam 3 (03.00) pagi. Untuk pencemaran lingkungan kita sudah kirim sampel ke dua laboratorium di Jakarta,” tutupnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top