NEWS UPDATE

Peserta Seleksi Bawaslu Di Maluku Ditipu Puluhan Juta

RakyatMaluku.com – PESERTA seleksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota se-Maluku, ditipu puluhan juta rupiah oleh oknum tak dikenal dengan mengatasnamakan tim seleksi (Timsel) Bawaslu Maluku.

Modus penipuan itu dilakukan oleh oknum tersebut dengan meminta uang senesar Rp. 17.500.000 dari tiga peserta calon anggota Bawaslu yang sementara masih mengikuti proses dan tahapan seleksi, dengan janji akan diloloskan dalam tahapan seleksi yang berjalan.

Sekretaris Timsel I Bawaslu , Manaf Tubaka mengungkapkan, ada tiga nama peserta calon anggota Bawaslu yang menjadi korban penipuan. Yakni satu peserta calon anggota Bawaslu asal Kabupaten Buru dan dua peserta lainnya dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Calon anggota Bawaslu dari Kabupaten Buru diminta oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya (Manaf Tubaka) untuk memberikan sejumlah uang agar kemudian diloloskan dalam tahap seleksi.

“Ada oknum yang sengaja melakukan penipuan dengan meminta imbalan dengan mengatasnamakan saya dari timsel. Upaya pemerasan itu dilakukan dengan menelpon peserta pakai nomor kontak yang berbeda,” ujar Manaf.
Untuk diketahui, Timsel I itu menangani peserta dari lima kabupaten/kota, diantaranya Kabupaten Seram Bagian Barat, Buru, Buru Selatan, Kota Tual dan Maluku Tenggara.

Kasus serupa juga terjadi pada timsel II yang menangani peserta, dari Kabupaten SBT, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kota Ambon, Maluku Tengah, kota Tual. Dimana, upaya pemerasan itu dilakukan terhadap dua orang calon anggota Bawaslu dari Kabupaten SBT yang mencatut dua nama anggota timsel II.

Ketua Timsel II, Yasmin Kamsurya mengaku, selain namanya dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab itu, juga anggota timsel lainnya, yakni Bahtiar yang juga namanya dicatut oleh oknum tersebut dalam upaya pemerasan terhadap dua calon anggota dari SBT.

Mereka menduga, upaya tersebut dilakukan oleh orang yang dekat dengan timsel. Sebab, oknum itu bisa mengetahui segala tahapan dan proses seleksi yang berjalan di timsel.

“Semua nilai dalam proses seleksi itu sangat tertutup dan bersifat rahasia. Tapi oknum itu bisa mengetahuinya dan dipakai untuk meyakinkan para calon anggota yang sementara masih berproses,” ujar Yasmin.

Sementara itu, Ketua Timsel I, Taher Karepesina, menegaskan, pihaknya telah melakukan cek dan ricek terhadap siapa oknum dibalik penipuan yang mengatasnamakan Timsel. Upaya pelaporan ini dilakukan untuk memastikan siapa dibalik upaya kejahatan yang bertentangan dengan undang-undang dan peraturan seleksi itu.

“Demi menjaga nama baik Timsel, maka kita akan melaporkan ini ke Polda Maluku untuk kemudian diusut. Kita juga memastikan bahwa seleksi ini berjalan murni tanpa ada pungutan liar. Seleksi ini dilakukan berdasarkan aturan yangvtelah ditetapkan,” tegas Taher. (R1)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top