PRO PILKADA

Pilkada Tual Berjalan Aman Dan Tertib

RakyatMaluku.com – KOTA Tual merupakan daerah yang rawan ketika pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018. Ini berdasarkan Pantuan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI. Bahkan, sehari setelah Pilkada serentak 2018 berakhir, Kamis, 28 Juni, Ketua Bawaslu RI Abhan, saat melaunching Indek Kerawanan Pilkada (IPK) 2018, di Hotel Grand Sahid, Jalan Sudian, Jakarta, ia menempatkan Tual sebagai daerah nomor satu paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada.

kekhawatiran Bawaslu ini, ternyata meleset, karena jauh sebelum Pilkada, telah diantisipasi Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, di mana membentuk Tim Asesment dan Monitoring Pilkada 2018 Bulan April lalu. Tim ini langsung bekerja dengan mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat kondisi keamanan agar Pilkada berjalan aman dan lancar.

Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat mengatakn, Pilkada di Tual dan Maluku Tenggara berjalan aman, lancar, karena masyarakat bersama stakeholder dan Polri di sana, bahu membahu menjaga, mengawal serta merawat. Sehingga ketika Pilkada berjalan dan sampai saat ini, situasi tetap kondusif. Atas kerjama yang baik, Polda pun memberi apresiasi kepada masyarakat Tual.

“Terima kasih kepada semua stakeholder yaang telah bekerjasama dengan Polri dan TNI menjaga dan mengawal sehingga Pilkada Walikota Tual yang awalnya berada pada rangking 1 tidak aman menjadi paling aman. Termasuk kesadaran dan partisipasi dari seluruh masyarakat Kota Tual. Terima kasih kepada masyarakat Kota Tual,” ucapnya kepada wartawan via seluler, Jumat, 29 Juni.

Bahkan, menjaga kamtibmas di Tual, lanjut dia, Kapolda Kapolda menurunkan sejumlah pejabat utama Polda hanya untuk memberi pemahaman, mengimbau warga agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan semua.
“Kapolda memerintahkan, Saya (Kabid Humas), Karo Ops Kombes Pol Gatot Mangkurat, Dir Sabhara Kombes Pol Irwan Rahmaen, Dir Krimum Kombes Pol Gupuh Setiono, dan Kasat Brimob Kombes Pol Guntur untuk melakukan monitoring, evaluasi dan asistensi ke Kota Tual dan Kabupaten Malra,” tutur mantan Wadir Reskrimum Polda Maluku itu,” ungkap Ohoirat.

Amannya Kota Tual dan Maluku Tenggara keseluruhan, tidak berarti, pengamanan di longgarkan. Polda Maluku tetap menempatkan personelnya di sana. Hal ini dilakukan untuk menjaga Tual betul-betul kondusif sampai penetapan Walikota-Wakil Walikota Tual, Polda pun menerjunkan ratusan prajuritnya di bumi Larvul Ngabal.

“Selain itu, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, Kapolda juga mengirim 200 personil terdiri dari 1 SSK Brimob dan 1 SSK Sabhara untuk memback up Polres Malra dan hasilnya pilkada Kota Tual dan Kabupaten Malra 2018, berlangsung secara aman tertib tanpa adanya gangguan maupun hambatan apapun,” terang Kabid Humas. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top