NEWS UPDATE

Pindah Ibu Kota, Tugas Pertama BAILEO

Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO)

RakyatMaluku.com – PEMINDAHAN Ibu kota Provinsi Maluku ke Makariki sebagaimana menjadi salah satu janji pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail -Barnabas Orno yang kerap diserukan dalam kampanye politik itu akan segera direalisasikan.

Pemindahan ibu kota Provinsi Maluku ke Makariki Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) itu ternyata menjadi tugas pertama yang akan diwujudkan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail – Barnabas Orno setelah dilantik.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur terpilih, Barnabas Orno kepada wartawan usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih pada Pilkada Maluku Tahun 2018 yang berlangsung di Natsepa Hotel, Desa Suli Kecamatan Salahutu Malteng, Senin 13 Agustus 2018. Kata Barnabas, langkah pertama yang akan dilakukan Gubernur Maluku dan Wagub terpilih akan melakukan singkronisasi program. Agar dapat disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) beserta visi misi kedepan.

“Kan kita akan melakukan singkronisasi program, jadi langkah pertama yang akan kita lakukan adalah berkoordinasi dengan DPRD Maluku untuk menyiapkan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) untuk pindahkan ibukota provinsi Maluku ke Makariki, Maluku Tengah. Itu yang akan kita prioritaskan lebih awal,” ujar Abas.

Dikatakan, itu menjadi prioritas sebagaimana yang telah dijanjikan kepada rakyat Maluku. Setelah itu, pihaknya akan dilanjutkan dengan program pemberdayaan sebagaimana dalam visi dan misi pasangan BAILEO.

Menurutnya, pemindahan ibu kota ke Makariki itu bukan merupakan hal yang baru dibuat oleh pasangan Murad Ismail dengan dirinya. Tetapi itu sudah dicanangkan sejak Karel Albert Ralahalu masih menjabat sebagai Gubernur Maluku.

Untuk membangun sebuah ibu kota baru itu ada empat dokument perencanaan yang harus disiapkan, yakni rencana tata ruang wilayah, rencana detil tata ruang, master plan dan berikutnya adalah desainer.

“Ternyata ini juga sudah disiapkan oleh Pak Karel Ralahalu dan Pak Said Assagaff sewaktu menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur kala itu dan sudah dicanangkan. Hanya saja belum dieksekusi. Nah kita akan mewujudkan itu sesuai janji kita kepada masyarakat,” tandasnya.

Menurut Abas, selanjutnya akan melaksanakan program-program pemberdayaan, misalnya men­do­rong sektor perikanan, menyediakan infra­struktur untuk membuka akses perekonomian.

TETAPKAN
Sementara itu setelah keputusan Mahkamah Kons­titusi (MK) memutuskan menolak permo­honan sengketa Pilkada Gubernur oleh pasangan calon independen Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath, KPU Maluku akhirnya resmi mentapkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Terpilih pada Pilgub Maluku Tahun 2018 Periode 2019-2024.

Murad Ismail – Barnabas Orno ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan KPU Maluku Nomor: 882/HK.03.1-Kpt/81/PROV/VIII/2018 tentang pe­ne­tapan pasangan calon gubernur dan wakil guber­­nur terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018.

Pasangan dengan jargon BAILEO itu ditetapkan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih pada Pilkada Maluku Tahun 2018 yang berlangsungkan di Natsepa Hotel kawasan Desa Suli, Kecamatan Salahutu Maluku Tengah, Senin 13 Agustus 2018 malam. Diawali dengan penandatanganan berita acara, dan dilanjutkan dengan penyerahan salinan keputusan KPU Maluku itu diberikan kepada Wagub Terpilih, Barnabas Orno yang dilanjutkan kepada perwakilan Parpol Pengusung dan juga kepada Bawaslu Maluku.

Pleno penetapan tersebut tanpa kehadiran Gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail karena yang bersangkutan tengah menjalankan ibadah haji ke tanah suci. Sehingga diwakili oleh Wakil Gubernur Maluku Terpilih, Barnabas Orno.

Pleno penetapan itu dihadiri oleh sejumlah Perwakilan Partai Politik Pengusung Pasangan BAILEO, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Triyono Haryono, Kepala Pengadilan Tinggi Ambon, Wakapolda Maluku, Perwakilan Kodam XVI/Pattimura, Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili Karo Pemerintahan, Jasmono.
Ketua KPU Maluku, Saymsul Rifan Kubangun, usai penetapan tersebut mengatakan, setelah ditetapkan, KPU akan langsung mengusulkan hasil penetapan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku.

“Kita nantinya akan menyampaikan hasil pene­tapan itu ke Kemendagri melalui DPRD Maluku. Setelah itu, tinggal kita tunggu, kapan pelantikannya,” ujar Rifan.

Sementara itu, mewakili pasangan BAILEO, wakil Gubernur terpilih Barnabas Orno dalam sambutannya mengatakan putusan MK menjadi landasan normatif bagi KPU dalam menetapkan Murad Ismail dan dirinya sebagai Gubernur dan Wagub MalukuTerpilih.

“Bagi saya dan Pak Murad, pemilihan Kepala Daerah hanya sarana semata, bukan tujuan. Pilkada adalah proses dan bukan akhir dari perjuangan, tetapi mewujudkan Maluku yang maju adalah tujuan utama kita,”ujarnya.

Maluku yang lebih baik membutuhkan pe­mimpin yang tulus dan punya hati, membutuhkan keutuhan pergerakan pembangunan yang terarah dan terstruktur, efektif dan efisien, tidak hanya formalitas semata.

Dia juga mengapresiasi KPU selaku pihak pen­­­­ye­lenggara dan Bawaslu atas suksesnya pen­yelenggaraan Pilkada Maluku secara profe­sional.

“Kami juga berterima kasih kepada pihak kea­ma­nan baik TNI maupun Kepolisian atas kerja kers dalam menjaga Kamtibmas, sehingga Pilkada ini bisa berlangsung aman, damai dan tentram,” tandasnya. (R1)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top