NEWS UPDATE

PN Ambon Eksekusi Bangunan RM Ayah

Pihak Termohon beradu mulut dengan Petugas Pengadilan Negeri Ambon saat berupaya mencegah proses eksekusi sebidang tanah yang bersengketa di Jalan Sam Ratulangi, Kamis 17 januari 2019. Proses eksekusi itu mendapat perlawanan kuat dari pihak Termohon. (MOHAS AMIR)

SALAH satu bangunan milik Etty Rasyid Palar yang kini disewa untuk dijadikan sebagai Rumah Makan Ayah di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon,  dieksekusi Pengadilan Negeri Ambon, Kamis 17 Januari 2019.

Meskipun sebelumnya, terjadi aksi adu mulut antara tim eksekusi PN Ambon dengan warga yang diduga keluarga Etty 

Rasyid Palar, eksekusi pun berjalan lancar  dan aman.

Eksekusi tanpa mengeluarkan barang-barang milik RM Ayah, karena dilakukan secara baik-baik. Ini juga diterima  keluarga Etty Rasyid Palar.

Biar tak ada perlawanan, tapi Penasehat Hukum (PH) Muhamadin Tuatubun merasa kecewa atas keputusan PN Ambon. 

“Sudah ada penetapan hari sidang tanggal 30 Januari 2019, oleh pengadilan , dan anehnya juga  pengadilan sendiri pada hari ini  mekakukan pembacaan  penetapan eksekusi,” tutur Toatubun, kepada wartawan di lokasi eksekusi, kemarin. 

Karena itu, pihak pemohon akan melaporkan Ketua PN Ambon Moch Muchlis ke Mahkamah Agung.

“Selain langkah hukum yang kami ajukan ke pengadilan, kami juga akan melaporkan ketua pengadilan ke ketua Mahkam Agung dan Ketua Badan Pengawas MA bahwa ketua pengadilan tidak secara jernih atas upaya hukum yang dilakukan atas dua objek yang sama di mana putusan yang  saling kontradiksi,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang dipertahankan oleh ahli waris atas lahan yang kini berdiri bangunan yang sementara disewa orang untuk membuka warung makan, itu berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),   sedangkan  pengadilan umum mengabulkan lagi objek yang sudah dibatalkan oleh Pengadilan TUN, itu terjadi keanehan di Pengadilan Negri Ambon pada hari ini.

“Oleh karena itu sekali lagi kami tegaskan bahwa jalur hukum tetap kami lakukan dan supaya pada sidang tanggal 30 Januari 2019 nanti agar tidak ada virus maka kami akan laporkan ketua pengadilan atas nama Pak Muklis ke ketua MA dan ketua Badan Pengawas MA  agar mengambil langkah terhadap sikap kecerobohan dari Pak Muklis,” tutupnya.

Juru Sita, Notje Leasa, mengatakan, apa yang dilakukan itu berdasarkan keputusan PN Ambon sesuai keputusan Mahkamah Agung nomor575 PK/Pdt/2017 tanggal 9 Oktober 2017.

 “Jo putusan Mahkamah Agung Nomor 1543 K/Pdt/2015 tanggal 6 Oktober 2015. Jo putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 04/Pdt/2015/PT.Ambon tanggal 3 Maret 2015. Jo putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 08/Pdt.G/2014/PN.Ambon tanggal 26 November 2014,” tutup dia. 

Lanjut dia, pihaknya memberi kesempatan kepada pemilik RM Ayah agar mengeluarkan barang-barang dan menyerahkan kunci kepada pihaknya. 

“Tadi sudah ekseskusi.  Kami tidak mengeluarkan barang-barang. Besok  baru mereka serahkan kunci ke kita,” tandas Notje Leasa. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top