HUKRIM

Polda Maluku Ringkus Calo Casis Anggota Polri

Polisi menghadirkan Fargie J Mandagi (41), Tersangka dalam kasus penipuan terhadap para Calon Bintara Polri saat menggelar Press Release di Ruang Ditreskrimum, Polda Maluku, Rabu 2 Mei 2018. Tersangka membawa kabur uang milik dua orang korban dengan total nilai mencapai Rp. 1 Milyar.

Rakyatmaluku.com – Kepolisian Daerah Maluku melalui Tim Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum, menangkap calo calon siswa anggota Polri tahun 2017. Pelaku bernama Fargie. J. Mandagi (41), ditangkap di rumah ketua RT Desa Alkani, Kecamatan Waikiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, 29 April.

Diamankan wanita kelahiran Yokyakarta, berdasarkan Laporan Polisi LP-A/138/III/Maluku/SPKT. tanggal 20 Maret 2018, dengan tuduhan pengelapan. Uang yang diambil dari korban FH dan NMD, hampir mencapai Rp 1 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar (Kombes) Polisi Gupuh Setiyono mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan polisi, anggota langsung melakukan penyelidikan. Hasil pengembangan, pelaku bersembunyi di NTT.

Tim kemudian berangkat pada tanggal Sabtu, 28 April 2018, tiba di Kupang, tim yang dipimpin AKP Sances ini berkoordinasi dengan Polda NTT, dan Minggu, 29 April, tim gabungan berangkat ke Desa Alkani. Setelah mengetahui tempat persembunyian pelaku, saat itu juga tim gabungan Polda Maluku dan Polda NTT meringkusnya.

“Jadi, pelaku mengaku akan menjamin kelulusan menjadi anggota polisi apabila memberi ratusan juta rupiah kepadanya, lantaran pelaku mengakui mempunyai koneksi di Mabes Polri. Pelaku tidak mematok harga untuk menjadi anggota polisi, tapi korban pertama asal Jakarta, berinisial NNG membayar Rp 600 juta, sedangkan korban kedua, FH membayar Rp 350 juta, melalui rekening pelaku. Kejadian ini terjadi pada seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2017 lalu. Saat mendaftar korban ditemani pelaku” ujar Guguh Setiyono, didampingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Muhammad Roem Ohoirat kepada wartawan, Rabu, 2 Mei.

Meskipun gagal dalam tes, pelaku selalu meyakinkan keduanya bahwa dia akan meloloskan mereka, karena ada kenalannya di Mabes Polri. Lama tak mendapat kabar, kedua korban menghubungi pelaku melalui seluler, namun nomor HP yang biasa digunakan untuk berkomunikasi tidak aktif.

“Akhirnya kasus ini dilaporkan pada April 2018. Setelah diselidiki dan dikembangkan, pelaku kami tangkap di Alkani, NTT. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa ATM BRI, buku tabungan serta Handphone. Pelaku ini lama tinggal di Kota Ambon. Atas kasus ini akan kita jerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 2 ayat (1) UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencucian uang,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top