HUKRIM

Polisi Akan Periksa 3 Maskapai Terkait SPPD Fiktif

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Resor Pulau Ambon dan Pp Lease terus mengembangkan dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon.

Untuk dua kasus ini, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah memeriksa dan mengambil keterangan sejumlah saksi baik pejabat Pemkot Ambon, dewan juga travel.

Khusus SPPD fiktif Pemkot Ambon, pemeriksaan saksi-saksi ini belum membuahkan hasil meskipun kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Olehnya, dalam membongkar masalah ini, tiga maskapai akan diperiksa.

“Jadi untuk proses penyidikan kasus SPPD fiktif Kota Ambon,dalam waktu dekat saya bersama penyidik IV akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan saksi dari 3 maskapai penerbangan yaitu, Garuda, Lion Air dan Batavia Air.Meskipun Batavia sudah bangkrut, tapi dokumen-dokumen mereka masih ada,” kata Kasat Reskrim AKP Rifal Effendi Adikusama kepada wartawan, Jumat, 24 Agustus.

Ditegaskannya, untuk proses penyidikan kasus SPPD fiktif Pemkot Ambon ,bila sudah ada tersangka yang telah ditetapkan pasti akan diproses secara bertahap.

“Saya tidak bisa menghentikan kasus korupsi yang sudah ada tersangkanya. Yang jelasnya selama proses penyidikan yang dilakukan, tidak akan pernah ada istilah tebang pilih. Bila ada alat bukti dan fakta-fakta yang lenhkap,siapapun dia tersangkanya pasti akan diproses secara hukum oleh polisi,” tegasnya.

Usai pemeriksaan saksi dari maskapai, lanjut mantan Kasat Reskrim Seram Bagian Barat, pihaknya akan meningkatkan SPPD fiktif Dewan Kota Ambon dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sedangkan untuk SPPD fiktif seketariat DPRD Kota Ambon tahun 2011,sekembalinya kita dari Jakarta,proses pemeriksaannya akan ditingkatkan dari Penyelidikan ke penyidikan, manakala alat bukti sudah lengkap,sudah tentunya tidak ada alasan bagi kita untuk meningkatkan kasusnya dari penyelidikan ke penyidikan,” tandasnya. (AAN)

--------------------

Berita Populer

To Top