NEWS UPDATE

Polisi Amankan 1 Kontainer Sianida Di Pelabuhan Namlea

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – PENUTUPAN tambang emas Gu­nung Botak di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kamis, 30 Agustus 2018 lalu, ter­nyata belum berlangsung mak­simal. Pasalnya beberapa hari pas­ca gunung botak dikosongkan, masih saja penambang mencoba untuk terus melakukan penam­bangan secara ilegal.

Bahkan terbaru ditemukan satu konteiner bahan berbahaya, yaitu Sianida di Pelabuhan Nam­lea, Kamis, 6 September 2018 sekitar pukul 14.00 WIT. Konon, konteiner sudah ada sejak pekan kemarin, namun belum ada yang berani mengamankan dan membukanya. Sianida ini diduga akan dibawa ke Gunung Botak. Sampai saat inipun belum ada yang tahu bahan kimia berbahaya itu milik siapa.

Informasi diperoleh Rakyat Maluku, kontainer dibuka oleh Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, di bawah pimpinan Kompol Max Tahiya. Setelah dibuka, kontainer tersebut berisi bahan Sianida yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 80 drum. Tidak saja Sianida, ada juga karbon dan kostik.

Drum-drum berisi Sianida, dibungkus dengan karung Goni, setiap drumnya berisi 50 Kg Ciannida. Terkait temuan Sianida satu kontainer, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat membenarkan pihaknya mengamankan 1 kontainer berisis Ciannida.

“Ada penggerebekan Sianida yang dilakukan Ditreskrimsus. Anggota sampai saat ini masih di lapangan. Sehingga data kronologis penemuan itu belum dikirim. Tapi penggerebekan itu betul dilakukan Ditres­krim­sus,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top