HUKRIM

Polisi Bongkar Sindikat Pembunuhan Bayi di Desa Lurang

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Resor (Polres) Maluku Barat Daya (MBD), membongkar sindikat pembunuhan bayi di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten MBD. Kini, polisi sementara menyelidiki kasus ini. Penemuan bayi lelaki ini terjadi, Senin, 23 Juli. Kapolres MBD AKBP Abner Richard Tatuh, yang dikonfirmasi Rakyat Maluku, kemarin membenarkannya. Kata Tatuh, jenazah bayi tak berdosa, dibungkus dengan karton air miner dan dikubur pekarangan rumah mereka.

“Kapolsek Wetar melaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim MBD mengenai adanya penemuan jenazah bayi yang terkubur dipekarangan rumah keluarga Maromon. Sudah tiga orang saksi termasuk terduga pelaku berinisial NM (15). NM merupakan ibu dari bayi malang itu,” katanya.

Ia menambahkan, tidak saja NM, diduga kuat pembunuhan ini melibatkan keluarga NM lainya. Salah satunya ibu NM, yaitu AM (45). Di mana persoalan berawal ketika NM yang akan duduk di kelas I SMA ini, bersama AM menuju Puskesmas, untuk melahirkan bayi tersebut.

Usai melahirkan, AM mengambil bayi itu dan menuju rumahnya. Di belakan rumah itulah bayi tak berdosa itu disinyalir dikubur hidup-hidup. Awalnya ia membantah, tapi polisi terus menginterogasinya, termasuk pihak Puskesmas, pada akhirnya AM mengaku kalau dia melakukan perbuatan tersebut.

“Malamnya, pasca janin bayi dimakamkan, Bhabinkamtibmas Lurang, menanyakan AM, dan AM menepis semua pertanyaan dan bersumpah bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi dalam keluarga mereka. Setelah beberapa keluarga NM diinterogasi, akhirnya ada pengakuan bahwa jenazah bayi itu adalah anak dari NM,” ungkapnya.

Sementara kabar lain yang didapat koran ini, pihak sekolah tempat NM mendaftar, curiga dengan bentuk tubuh NM. Namun, sekolah tutup mulut karena diancam denda. Dalam tradisi di Wetar, denda dengan membayar emas atau uang tunai. Karena itulah sekolah tak berani.

Termasuk salah satu tetangga AM. Dihadapan pihak sekolah, AM mengatakan putrinya hanya mengalami penyakit beri-beri yang membuat adanya pembengkakan pada kaki.

“Jadi dari awal AM sudah merencanakan sesuatu yang tidak baik dengan kandungan NM. Sementara ayah NM. Ia baru tahu setelah anak dan isterinya berlama-lama di Puskesmas. Pada saat NM akan bersalin, TM disuruh oleh istrinya pergi melaut sehingga ia sama sekali tidak mengetahui detil peristiwa yang terjadi dalam rumah tangganya. Kita bisa bayangkan, ayah sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi pada anaknya,” ungkap sumber yang tak mau namanya di korankan.

Sumber mengungkapkan, untuk menjalankan nait busuk ibu NM, maka ia menghilangkan jejak persalinan NM. Penguburan janin bayi, tambah sumber, ikut dilakukan kedua kaka NM, RS alias T (22) dan EM (18). (AAN)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top