HUKRIM

Polisi Selediki Kecelakaan Laut Di Perairan Buru

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Daerah (Polda) Maluku akan menyelidiki kecelakaan speedboat yang terbalik di Tanjung Ka­yu Puti, Pulau Buru. Penyilidikan di­lakukan guan mengetahui ada ti­dak­nya kelalaian Anak Buah Kapal (AB­K) Pela Permai II, sehingga yang me­newaskan La Mataido (70).

Speedboat tersebut mengangkut 47 penumpang dan tiga ABK. Dalam penumpang speedboat, salah satunya calon jemaah haji, Abdulrahman (69).

Hal ini disampaikan Kepala kepolisian daerah (Polda) Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, usai pelaksanaan upacara HUT Bhayangkara ke-72, Rabu, 11 Juli..”Sementara masih berjalan (penyelidikan) yah,” kata Revianto saat ditanya soal tindaklanjut kepolisian terhadap kejadian nahas di perairan Pulau Buru,” kemarin.

Penyelidikan dia tersebut untuk memastikan, secara pasti penyebab kejadian tersebut. Termasuk segala sesuatu berkaitan kelayanan, maupun dari administrasi itu ditegaskan, saat menyoal, respon kepolisian terkait pemilik kapal maupun Anak Bua Kapal (ABK) tersebut.

Dikatakan, tidak saja ABk, pemilik kapal juag akan diperiksa karena bagian dari rangkaian penyelidikan dilakukan oleh kepolisian.

”Iyah, itu juga langka pemeriksaan, yah. Kita lihat dari sisi administrasinya. Kemudian berbagai ketentuan yang berlaku untuk berlayar itu. Kami Polda melaksanakan itu dengan back-up penyidikan ke Polres Buru,” akui dia.

Kapolda juga memastikan, sesaat setelah kejadian. Berdasarkan informasi masyarakat kepolisian langsung merespon dengan melakukan koordinasi bersama pihak yang ada. Baik dari pihak Syahbandar di pelabuhan, dan dari SAR.” Sehingga alhamdulillah secara keseluruhan penumpang dapat selamat. 46 penumpang. Yang merupakan rombongan pengantar Tunaikan Haji salah satu keluarganya,” terang mantan Kapolda Sulawesi Tenggara.

Pela Permai II berlayar dari Dusun Namsugi, Desa Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru dengan tujuan Namlea. Speed dinahkodai Azis Bessy dibantu dua ABK, La Arif dan La Ipin.
Mereka yang menumpang di dalam longboat merupakan pengantar jamaah calon haji dari dusun itu. Saat berlayar, kondisi lautan tidak bersahabat. Ketinggian ombak mencapai 2 meter.

Namun, sekira pukul 09.00 WIT, saat posisi speedboat berada di tengah Tanjung Kayu Putih, antara Desa Batujungku dan Desa Pela, tiba-tiba saja longboat oleng dan terbalik. Sebanyak 50 penumpang, termasuk nakhoda dan ABK terjun ke laut.

Para penumpang ini kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke Desa Pela. Setelah didata, diketahui 1 orang penumpang atas nama La Mataido hilang.

La Mataido, baru ditemukan sekitar pukul 13.30 WIT, setelah pencarian dilakukan kurang lebih tiga jam. Korban saat ditemukan telah meninggal dunia. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top