KABUPATEN SBB

Polres SBB Akan Sediakan Tempat Karantina dan Parkir Ternak

AKBP Bayu Tarida Butar Butar, S.IK | KAPOLRES SBB

RAKYATMALUKU.COM – SBB,- Polisi Resort (Polres) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akan menyediakan tempat khusus untuk karantina dan parkir bagi ternak warga, yang masih dibiarkan hidup liar. Inisiasi Polres SBB untuk membangun tempat karantina dan parkir ternak ini disampaikan Kapolres SBB, AKBP Bayu Tarida Butar Butar, S.IK, kepada rakyatmaluku.com di ruang kerjanya, Senin, 14 September 2020.


Menurut Kapolres, ide pembentukan tempat karantina khusus untuk hewan ternak ini untuk menjawab hasil dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pemilik ternak dalam giat “Duduk Bacarita Kamtibmas” Polres SBB, pekan kemarin.

Lewat ‘Duduk Bacarita Kamtibmas’ warga banyak menyampaikan masukan tentang bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Beberapa persoalan yang ikut mengganggu Kamtibmas di SBB, termasuk adanya hewan peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya. Di mana, hewan-hewan peliharaan ini dibiarkan hidup liar di pekarangan warga, hingga jalan-jalan utama. Alhasil, beberapa kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres SBB, justeru diakibatkan adanya hewan warga yang memonopoli badan jalan.

Mencermati keterangan warga, Bayu berinisiatif untuk bersama-sama warga menyediakan lahan khusus agar menjadi tempat menampung hewan-hewan peliharaan itu. Sehingga, tidak menjadi masalah di kemudian hari. Pasalnya, hewan peliharaan yang dibiarkan hidup liar di lingkungan masyarakat, terutama jalan raya, sangat mengganggu aktifitas masyarakat umum terutama arus lalulintas.

Dalam diskusi itu, akui Bayu telah disampaikan berbagai masalah yang kerap melibatkan hewan peliharaan warga di wilayah hukum SBB, termasuk soal menjaga Kamtibmas, selain masalah lalulintas.

Sebelumnya, akui Kapolres dalam pertemuan yang turut dihadiri Kabid Perternakan Dinas Pertanian SBB, untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang berhubungan dengan hewan peliharaan warga yang dibiarkan liar ini, maka Polres SBB akan kembali memaksimalkan peraturan pemerintah daerah yang dikeluarkan pada periode Bupati SBB, Yokobis Puttileihalat. Peraturan itu tentang peternakan warga yang sudah ada sejak kepemimpinan Bob.


Beberapa persoalan lainnya terkait rambu lalulintas dan marka jalan di wilayah hukum Polres SBB yang belum tersedia secara memadai. Beberapa titik utama sudah ditangani bersama dengan Dinas Perhubungan SBB, untuk penyediaan rambu lalulintas ini. Secara perlahan, akan diprogramkan sehingga ke depan, rambu lalulintas di sepanjang ruas jalan-jalan utama di SBB dapat terpenuhi dengan baik demi keselamatan warga atau pengendara.

Terkait ternak yang dibiarkan liar oleh pemiliknya, Polres akan menindaklanjuti dengan keputusan Pemkab SBB dalam bentuk sanksi. Sehingga, bila ada peternak yang masih membiarkan hewan peliharaannya hidup liar di lingkungan warga, atau di jalanan, terutama jalan protokol SBB, maka akan ditahan dan pemiliknya diberikan sanksi. Hal ini penting, sehingga menjadi pelajaran kepada seluruh pemilik ternak yang ada di SBB. Untuk hewan yang tidak diambil pemiliknya dalam jangka waktu ditetapkan, maka langsung ditahan dan dipelihara sesuai peraturan yang tertuang dalam Perda Pemkab SBB.

Atas dasar akan dikeluarkan sanksi-sanksi kepada para pemilik ternak yang dibiarkan liar, maka Polres giat mensosialisasikan peraturan tersebut. Selain sanksi, tentu Polres SBB juga menyiapkan beberapa solusi, seperti penyediaan tempat parkir hewan untuk warga. Di mana, bila ada peternak hewan yang tidak sanggup menjaga hewannya dan masih dibiarkan hidup liar, maka dapat dititipkan di tempat parkiran yang dibuat oleh Polres. “Saat ini sedang kita cari tempatnya termasuk untuk penjaganya,” akui Kapolres SBB.

Kapolres menegaskan, kebijakan ini akan segera diterapkan sehingga menjadi pelajaran untuk seluruh pemilik hewan ternak di SBB. Pasalnya, kalau tidak segera dilaksanakan, maka dapat mengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polres SBB, terutama gangguan lalulintas.

Pasalnya, hewan ternak mulai dari sapi, kambing, anjing, babi hutan (celeng), hingga ayam yang merupakan peliharaan wagra masih dibiarkan hidup liar di tempat umum, terutama jalan raya. Sekiranya, lewat penertiban ini, akan muncul kesadaran bersama untuk menjaga Kabupaten SBB menjadi lebih baik ke depan. (*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top