Uncategorized

Program Jokowi Bangun 1 Juta Rumah, Richard: Kita Harus Dukung Developer Di Maluku

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – WALIKOTA Ambon Richard Louhenapessy, meminta kepada stakeholder untuk mendukung penuh developer (pengembang) dalam hal ini PT. Matriecs Cipta Anugerah (MCA) Perwakilan Ambon, guna mewujudkan program Presiden Jokowi membangun satu juta rumah. Sebab, program tersebut diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR.

WaLikota Ambon – Richard Louhenapessy.

“Kalau ada developer yang siap membantu pemerintah membangun rumah di Kota Ambon atau di Provinsi Maluku pada umumnya, maka kita harus mendukung penuh. Karena pembangunan rumah dengan tata ruang yang baik akan membantu proses tata hidup masyarakat yang lebih baik juga,” kata Richard dalam sambutannya sekaligus membuka peresmian Kantor PT. MCA Perwakilan Ambon, di Jalan Said Perintah, Senin, 21 Mei 2018.

Agar program pembangunan satu juta rumah dapat berjalan lancar di Maluku, Richard menyarankan agar pihak PT MCA Perwakilan Ambon selaku developer bisa lebih memperhatikan persolan tanah. Sebab, tanah di Maluku merupakan tanah adat yang sering kali digugat perdata maupun pidana oleh ahli waris satu dengan ahli waris lainnya.

“Persoalan tanah di Maluku adalah masalah krusial, karena tanah di Maluku merupakan tanah adat. Jadi saya minta pihak PT. MCA bisa lebih memperhatikan masalah tanah, sehingga program pembanguan rumah layak huni bagi masyarakat dapat berjalan lancar dan bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” pinta Richard.

Dikesempatan yang sama, Wakil Direktur PT. MCA Monokwari Papua Barat, Dani Boyke Lekahena, kepada wartawan menjelaskan, selama menjalankan program Jokowi membangun satu juta rumah di Maluku, pihaknya selalu memperhatikan persoalan tanah, sebagaimana yang dikhawatirkan Pemerintah Kota Ambon. Alhasil, pihaknya telah sukses menjual sebanyak 400 unit rumah di Kota Ambon.

“Sejauh ini pekerjaan kami baik-baik saja di Maluku. Buktinya, sudah 400 unit rumah yang kami bangun telah habis terjual tanpa ada masalah dengan pihak manapun. Dan kami juga masih akan membangun ratusan rumah di tiga lokasi berbeda di Kota Ambon, diantaranya berlokasi di kawasan Waiheru. Intinya, persoalan tanah akan terselesaikan jika pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya atas perintah Presiden Jokowi,” jelas Lekahena. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top