Uncategorized

Proyek Air Bersih Kudamati Tetap Dievaluasi Kejaksaan

ILUSTRASI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,– Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mengapresiasi upaya Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Enrico Matitaputty, beserta pihak ketiga untuk menyelesaikan proyek pembangunan sumur bor air bersih di Dusun Keysa, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Tahun Anggaran 2018 senilai Rp1,4 miliar. Bagi Kejaksaan, niat Enrico Cs merupakan itikad baik dan bentuk pertanggungjawaban.

“Tidak masalah kalau kepala dinasnya (Enrico Matitaputty) selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) beserta kontraktor dari CV. Akanza ingin bertanggungjawab untuk menyelesaikan proyeknya. Nanti tinggal kita evaluasi saja,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette, saat dikonfirmasi koran ini, di ruang kerjanya, Senin, 20 Juli 2020.

Dikatakan Samy, dalam penegakkan hukum, pihaknya tidak serta merta mencari-cari kesalahan seseorang dalam suatu kasus yang sementara ditangani. Apalagi, penanganan kasusnya masih dalam tahap pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) oleh Jaksa Penyelidik.

“Puldata dan pulbaket tetap jalan, namun Jaksa tidak boleh mencari keselahan seseorang. Yang terpenting ada upaya untuk menyelesaikan proyeknya. Sehingga, ada asas manfaat (air bersih) terhadap masyarakat setempat, meskipun jangka waktu pelaksanaan proyek telah selesai,” terangnya.

Ditanya agenda pemeriksaan tehadap Kadis PUPR Kota Ambon Enrico Matitaputty, Samy mengaku telah dijadwalkan oleh Jaksa Penyelidik dalam waktu dekat ini. Menurutnya, permintaan keterangan tersebut untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana.

“Meskipun proyeknya sementara dilanjutkan, namun semua pihak terkait dalam pekerjaan proyek ini tetap akan dipanggil untuk diminta keterangannya oleh Jaksa Penyelidik, termasuk kepala Dinas PUPR yang sudah diagendakan dalam waktu dekat ini,” jelas Samy.

Sebelumnya, Kadis PUPR Kota Ambon Enrico Matitaputty, kepada koran ini mengaku bahwa sampai saat ini pihak ketiga masih terus mencoba melakukan perbaikan proyek tersebut. Hal itu dibuktikan dengan alat bor masih berada di lokasi proyek hingga saat ini.

“Alat pengebotan masih berada di lokasi proyek. Apapun yang terjadi harus tetap mendapatkan air bersih agar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat. Olehnya itu, pihak ketiga kembali berusaha untuk melakukan bor ulang di titik yang berbeda,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Enrico, pihaknya telah mempersiapkan alternatif lain. Jika kemudian prosesnya mengalami hal yang sama, maka akan disambung dari sumber air yang ada dilokasi tersebut, karena yang terpenting adalah pekerjaan itu bisa selesai dan hasilnya dinikmati oleh masyarakat. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top