NEWS UPDATE

Publik Inginkan Said Assagaff Pimpin Maluku

Said Assagaff-Anderias Ren­tanubun

– Dua Lembaga Survei Ungguli Assagaff Menangkan Pilgub Maluku

RakyatMaluku.com – MEDIA Survei dan Strategis (MSS) yang bekerjasama dengan Maleo Institute kembali merilis hasil survei calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode Juni 2018.

Dalam presentase hasil surveinya, publik masih menginginkan Petahana Said Assagaff memimpin Provinsi Maluku untuk lima tahun yang akan datang.

Media Survei dan Strategis (MSS)

Menurut Direktur MSS Husain Marasabessy, hasil survei tersebut didapat melalui metode multistage random sampling, sampel responden 800 orang yang ada di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, instrumen wawancara dengan kuesioner sejak 4 – 12 Juni 2018, dan margin of eror kurang lebih 3,5 persen.

“Hasil survei yang kami peroleh bahwa publik yang masih menginginkan Pak Said Assagaff kembali memimpin Maluku sebanyak 35,00 persen, yang tidak menginginkan 34,00 persen dan yang jawab tidak tahu atau tidak jawab
31,00 persen,” kata Marasabessy, dalam jumpa pers, yang berlangsung di LeGreen Suite Hotel, Jalan Sam Ratulangi, Kota Ambon, Sabtu, 23 Juni 2018.

Dijelaskan, alasan publik menginginkan Said Assagaff memimpin Maluku, didasarkan lima aspek. Yakni, pertama tingkat Popularitas diatas 90 persen. Dengan rincian, masyarakat yang kenal Said Assagaff 91,00 persen, dan masyarakat yang suka Said Assagaff 83,60 persen.

“Dikenal dan disukai merupakan kunci seseorang menang dalam pilkada.

Sehingga, hanya Said Assagaff yang tingkat popularitas dan kesukaannya memenuhi syarat kemenangan,” jelas Marasabessy.

Kedua, lanjut Marasabessy, keadaan Politik, Ekonomi, Keamanan, Hukum dan Sosial Kemasyarakatan sangat baik. Dengan rincian, keadaan politik 65,50 persen, ekonomi 55,50 persen, keamanan 75,80 persen, enegakan hukum 70,10 persen, dan sosial kemasyarakatan 80,50 persen.

“Secara umum, keadaan politik, ekonomi, keamanan, hukum dan sosial kemasyarakatan dinilai baik oleh masyarakat,” paparnya.

Ketiga, tingkat Kinerja Incumbent. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat Maluku terhadap kinerja Said Assagaff sebanyak 70,40 persen. Sebab, keberhasilan kinerja Said Assagaff dinilai 69,90 persen oleh masyarakat Maluku yang ada di 11 kabupaten/kota.

“Sebanyak 70,40 persen publik Maluku merasa puas, dengan penilaian tingkat keberhasilan sebesar 69,90 persen dalam tugasnya. Jika kepuasan dan keberhasilan Incumbent di atas 50%, maka Incumbenttersebut berpeluang besar untuk terpilih kembali,” terangnya.

Keempat, Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah Provinsi Dalam Berbagai Aspek. Dengan rincian, Keamanan 80.50 persen, Pendidikan 70.00 persen, Pelayanan kesehatan 65.50 persen, Transportasi Darat 65.30 persen, Komunikasi (telepon) 65.20 persen, Fasilitas umum 63.20 persen, Transportasi Laut 63.10 persen, Jaringan Listrik 60.20 persen, dan Infrastruktur Jalan 54.40 persen.

“Kepuasan Masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi dalam berbagai Aspek masih di atas 50 persen hingga 80 persen. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi yang dipimpin Said Assagaff dalam berbagai aspek sangat puas,” tandas Marasabessy.

Dan yang kelima adalah mayoritas dukungan Partai Politik ke Said Assagaff. Dengan rincian, PKB 40 persen, PDIP 25 persen, Golkar 65 persen, Nasdem 40 persen, PKS 50 persen, PPP 50 persen, PAN 35 persen, Hanura 45 persen, dan Demokrat 45 persen.

“Mayoritas dukungan partai kepada Said Assagaff. Banyak partai bukan berarti banyak dukungan karena kuncinya pada jualan figur,” jelas Marasabessy.

Untuk dukungan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku menjelang H-3, pasangan Said Assagaff – Anderias Rentanubun (SANTUN) memperoleh suara 34,70 persen, pasangan Herman Koedobun – Abdullah Vanath (HEBAT) memperoleh suara 26,30 persen, dan pasangan Murad Ismail – Barnabas Orno (Baileo) memperoleh suara 24,90 persen.

“Pilkada Maluku tersisa 3 hari lagi (H-3). Posisi perolehan suara masih dipimpin pasangan SANTUN sebesar 34,70 persen. Kondisi ini didasarkan pada lima alasan diatas. Posisi kedua ditempati pasangan Hebat 26,30 persen, Posisi ketiga pasangan Baileo 24,90 persen. Dan Swing Voters tersisa 14,10 persen di H-3,” ungkap Marasabessy.

SURVEI SDI
Sebelumnya survei yang dilakukan Sinergi Data Indonesia (SDI), dan juga menunjukkan mayoritas masyarakat Maluku masih menginginkan petahana Said Assagaff memimpin Maluku lima tahun lagi daripada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Sinergi Data Indonesia (SDI)

“Hasil survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa pasangan SANTUN masih unggul dan masih teratas dari pilihan pemilih. Jarak antar kandidat 9-10 %,” ungkap Direktur Eksekutif SDI Barkah Pattimahu, dalam konferensi pers dan diskusi bertema “Dinamika Pilkada Maluku di Tengah Harapan Netralitas TNI-POLRI” di Restoran Bumbu Desa, Cikini Raya No.72 Jakarta Pusat, Kamis 21 Juni 2018.

Menurut Barkah, berdasarkan hasil survei lembaganya, jika Pemilukada dilakukan hari ini maka pasangan SANTUN kian meroket dengan dukungan 35.00 persen, urutan kedua ditempati pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Herman A. Koedoeboen (HEBAT) dengan dukungan 26.17 persen. Sementara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Banabas Orno menempati posisi buncit dengan dukungan 25.33 persen.

“Jika Pemilukada dilakukan hari ini maka pasangan SANTUN masih memimpin klasemen Pilkada Maluku dengan elektabilitas 35.00 persen,” bebernya.

“Pemilih yang menginginkan petahana Said Assagaf untuk kembali menjabat mencapai diatas 35.00 %,” terang dia lagi.

Lalu apa yang menyebabkan SANTUN unggul dari dua pasangan calon lainnya? Barkah mengungkapkan, berdasarkan hasil survei ada empat alasan sehingga petahana Said Assagaff masih unggul. Yakni popularitas Said Assagaff masih tertinggi yakni 91,83 persen dari calon lainnya dan memiliki kesukaan 79,86 persen.

“Popularitas Said Assagaf diatas 90 %, calon lain masih dibawah 80 %. Kesukaan Said Assagaf masih diatas kompetitor,” jelasnya.

“Dikenal dan disukai merupakan kunci seseorang menang dalam Pilkada,” kata dia lagi.

Faktor lain yang membuat Said Assagaf unggul, yakni mayoritas publik Maluku merasa puas dengan kinerja dan kepemimpinannya yang mencapai 70.34 persen. Dan hampir 30 persen pemilih mengaku kurang puas.
“Jika kepuasan dan keberhasilan incumbent atau petahana di atas 50 persen maka incumbent tersebut berpeluang besar untuk terpilih kembali,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemilih mengaku puas/sangat puas dengan tata kelola pemerintahan di Provinsi Maluku yang mencapai 77 persen. Dan 54.34 persen pemilih menyebut pemerintahan Provinsi Maluku sekarang sudah bersih dari praktek suap dan korupsi.

Dia melanjutkan bahwa publik Maluku juga puas terhadap kinerja Pemerintah Provinsi dalam berbagai aspek yakni, keamanan, pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi darat, komunikasi, fasilitas umum, transportasi laut, jaringan listrik dan infrastruktur jalan. Hasil survei nilai kepuasan aspek-aspek tersebut masih diatas 50 persen hingga 90 persen.

“Terakhir adalah kepuasan terhadap aspek pembangunan. Semua aspek pembangunan dinilai positif diatas 50 persen,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei SDI jelamg perhelatan Pilkada Maluku 2018 dilakukan pada tanggal 7-15 Juni 2018. Survei tersebut dilakukan kepada 800 responden dengan margin of error sekitar 3.8 % dan metode penarikan sampel digunakan dengan multistage random sampling sementara teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top