NEWS UPDATE

Rahakbauw Mengundurkan Diri, Golkar Tolak

Richard Rahakbauw

RakyatMaluku.com – SIKAP gentelmen sebagai negarawan dan politisi sejati diperlihatkan Wakil Ketua DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw. Pernyataan dan janjinya untuk mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DPRD Ma­luku jika pasangan Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN) kalah di Kota Ambon dalam Pilgub Maluku dipe­nuhinya.

‘’Teman-teman wartawan, sa­ya mau mengatakan bahwa saya sudah men­yampaikan permohonan pengun­duran diri. Surat pengunduran diri ke Partai Golkar sudah saya buat sejak tanggal 28 Juni 2018 lalu, dan sudah saya masukan.Baru secara resmi saya umumkan hari ini setelah Pleno KPU Kota Ambon, Rabu, 4 Juli 2018,’’ kata Rahakbauw kepada sejumlah wartawan, Rabu, 4 Juli 2018 di Ruangan Fraksi Golkar DPRD Maluku.

Menurutnya, pengajuan pengun­duran diri ini baru disampaikannya karena memang dalam statemen ter­tu­lisnya, dikatakan bahwa proses pengun­duran diri itu akan dilakukan setelah Pleno KPU.

‘’Bagi RR (panggilan akrab politisi Golkar ini) satu kata, satu perbuatan. Le­bih baik mati sebagai kesatria daripada hidup sebagai seorang peng­hianat,’’ tandasnya.

Ditambahkannya, jabatan wakil ketua DPRD Maluku yang disandangnya adalah amanah dari Tuhan sehingga yang pasti tidak kekal. ‘’Kenapa harus takut untuk mundur, jabatan itu amanah. Meminjam kata Gus Dur, saya mau katakan, mundur diri saja kok repot. Kan jabatan itu hanya titipan saja,’’ tambahnya.

Ia juga berharap agar surat permohonan pe­ngun­duran diri yang sudah disampaikan ke DPD bisa segera berproses sampai ke DPP sehingga bisa terjadi pergantian pimpinan dan tugas-tugas dalam rangka memperlancar fungsi DPRD Maluku bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Rahakbauw juga mengharapkan agar sikapnya ini bisa menjadi contoh bagi politisi lain, bukan saja di Partai Golkar tetapi juga pada semua partai baik di tingkat daerah maupun nasional.

‘’Kita harus berjiwa besar dalam menerima kekalahan, tetapi kita juga harus komitmen agar perkataan dan perbuatan kita itu sama. Ketika menyatakan mundur, ya kita mundur. Jangan sudah menyatakan mundur lalu berlaku lain. Saya tidak seperti itu. Saya ingin menjadi contoh dan teladan,’’ ujar dia.

Menyoal bagaimana dengan tugas sehari-hari sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku jika pengunduran dirinya berproses lama, Rahakbauw katakan, sebagai kader partai yang taat ia akan tetap melaksanakan tugas seperti biasa sampai ada keputusan dari DPP. Ini juga harus dilakukan agar tidak terjadi kepincangan dalam pelaksanaan fungsi DPRD.

‘’Yang jelas, saya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri, keputusan dan kebijakan partai seperti apa saya akan tetap patuh,’’ ujarnya.

Ia juga menyinggung, dirinya siap meninggalkan rumah dinas wakil ketua DPRD Maluku.

‘’Saya sudah berkemas-kemas untuk itu, bahkan sementara mencari kontrakan,’’ ungkapnya pula.

Lebih jauh Rahakbauw menyampaikan terima kasihnya kepada semua kader Partai Golkar di sebelas kabupaten/kota juga relawan yang sudah bekerja keras untuk memenangkan pasangan Said-Andre yang diusung Partai Golkar dan gabungan partai lainnya.

‘’Saya harus menyampaikan terima kasih. Kita sudah bekerja keras dan gigih, tetapi Tuhan ber­kehendak lain. Berdasarkan hasil perolehan suara pak Bib dan pak Andre kalah dan pak Murad dan pak Abas yang dikehendaki oleh Tuhan dan rakyat. Karena itu kesempatan ini saya juga ucapkan selamat kepada pak Murad dan pak Abas,’’ ujar Rahakbauw.

Saat ini, kata dia lagi, sudah tidak ada lagi yang namanya SANTUN, tidak ada lagi yang namanya BAILEO dan tidak ada lagi yang namanya HEBAT. ‘’Sekarang hasilnya sudah jelas. Kita kemarin boleh bebeda tapi saatnya kita harus kembali bersatu, jangan lagi ada dendam, karena kita bersama harus memikirkan kepentingan rakyat . karena itu pula, mari kita mendukung mereka yang terpilih dan akan memimpin daerah ini lima tahun kedepan,’’ imbuhnya.
Rahakbauw juga menyampaikan permohonan maafnya kepada calon gubernur dan calon wakil gubernur Said Assagaff dan Andre Rentanubun.

‘’Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pak Said dan pak Andre. Kami para kader sudah berjuang maksimal di Pilgub Maluku, tapi faktanya kita kalah dalam pertarungan ini. Sebagai seorang negarawan tentunya kita harus menghormati pilihan dan kehendak rakyat, dan kedepan kita akan mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh pak Murad dan pak Abas,’’ sebutnya.

Ia mengimbau kepada para kader di sebelas kabupaten /kota agar tidak perlu kecewa dengan kekalahan yang mendera. ‘’Jangan kecewa. Dalam setiap pertarungan pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Kekalahan ini harus kita evaluasi, bukan kita berdiam diri saja atau kita marah-marah dan emosi serta melampiaskan kepada para kader atau mencari kambing hitam. Saya tidak mau seperti itu.’’

Sebagai seorang kader partai yang betul-betul militan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui partai Golkar, lanjut dia, dirinya perlu juga mengimbau agar semua kader kembali bersatu hati dan membulatkan tekad dalam kebersamaan untuk fokuskan diri untuk Pemilu 2019, baik pemilihan legislatif di semua tingkatan maupun Pilpres dimana Golkar sudah memberikan dukungan kepada Joko Widodo.

‘’Jangan berkecil hati. Mari kita siapkan diri untuk kontestasi pemilu 2019, baik itu Pileg dimana ada kader-kader partai Golkar yang akan bertarung, maupun di Pilpres dimana Partai Golkar sudah menyatakan dukungan kepada pak Jokowi,’’ demikian Richard Rahakbauw.

TOLAK
Sementara itu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golkar provinsi Maluku secara tegas menolak pengunduran diri yang dilakukan salah satu kader terbaik, Richard Rahakbau (RR) dari wakil ketua DPRD Maluku.

Plt. Ketua DPD Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy kepada wartawan mengatakan, proses penguduran RR itu sebelumnya telah dilakukan.

Dimana RR resmi memasukan pengunduran diri sebagai wakil ketua DPRD Maluku untuk sisa periode 2014-2019. Akan tetapi, pengunduran tersebut telah ditolak DPD Golkar Maluku.

“Penolakan juga datang dari seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD Maluku. Dengan meminta yang bersangkutan (RR) tetap mempertahankan jabatannya hingga akhir periode selesai,” ujar Ridwan, Kamis 6 Juli 2018.

Kata dia, RR hanya merupakan alat partai. Namun yang menentukan keputusan tersebut adalah partai namun tidak perlu diusulkan kepada DPP Golkar, karena masih dalam kewenangan DPD Golkar Maluku. “Jadi tidak ada pergantian kepada saudara RR. Yang jelas, secara strukral, partai telah menolak dan tetap menginginkan RR tetap menyelesaikan sisa periodenya di DPRD Maluku,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD partai Golkar Maluku, Hairudin Tuarita mengatakan, memundurkan diri dari wakil ketua DPRD bukanlah hal mudah. Karena mekanisme internal partai Golkar terhadap hal tersebut ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Golkar. “Nanti kita lihat proses dulu tidak bisa serta merta diterima begitu saja,” ujar Tuarita.

Menurutnya, masalah yang sangat penting saat ini adalah bagaimana mempersiapakan sumber daya partai Golakr menuju Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Sehingga, pembahasan terkait pe­ngunduran RR itu ditunda dulu. Karena itu tidak terlalu penting juga.

“Kita lagi sibuk mendistriribusikan Bacaleg, ka­rena pentahapan di KPUD itu sudah selesai. Soal RR itu urusannya dengan rakyat, partai tetap menata kedepan dan mengutamakan kepentingan partai yang lebih besar,” jelasnya. (NAM/R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top