NEWS UPDATE

Ratusan Karung Bahan Kimia Berbahaya Siap Beredar Di Gunung Botak

RakyatMaluku.com – SEBANYAK 300 karung berisi karbon merk Jin Chan yang diduga mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta 220 kaleng Sianida, berhasil diamankan polisi setelah digrebek warga di Unit 18, Desa Debowae, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Selasa, 21 Agustus 2018. Bahan-bahan ki­mia ini siap diedarkan di kawasan penam­ba­ngan ilegal, Gunung Botak di Desa Dava. Sianida dan B3, telah diamankan di Polres Buru.

Sumber terpercaya dari Kota Namlea Kabupaten Buru, mengatakan, ratusan kaleng Cianida masing-masing berukuran kurang lebih 30 liter dan ratusan sak Karbon ditemukan di gudang milik Sukadi, warga Desa Debowae.

Sebelumnya, Polres Buru juga sudah menga­mankan 300 sak Jin Chan di Pelabuhan Namlea. “Kemarin warga temukan ratusan kaleng cianida dan ratusan karung Karbon di Unit 18, Desa Debowae,” kata Sumber kepada wartawan, Rabu, 22 Agustus.

Ia mengatakan, pasca ditemukannya bahan kimia berbahaya itu, warga kemudian menghubungi aparat Polres Pulau Buru, Kodim 1506 Namlea, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru.

“Sudah dilaporkan ke Polres, Kodim dan Pemkab Buru. Kemarin mereka sudah datang. Yakni pak Dandim, Kapolsek, dan Kadis Perindag. Dong jua sudah tandatangan berita acara penyerahan,” jelasnya. Ratusan kaleng Cianida yang ditemukan di gudang Sukadi itu belum jelas siapa pemesannya. Sedangkan 300 karung Jin Chan, diketahui merupakan orderan salah satu perusahan di Namlea.

“Kalau Jin Chan ini berdasarkan bukti peme­sanan, dipesan oleh BPS,” tambah sumber lain.

Kepala Polres Pulau Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio yang dikonfirmasi membenarkan penemuan tersebut. Meski begitu, Ia mengaku jika Cianida yang diamankan hanya berjumlah 171 kaleng. Sementara Karbon diperkirakan berjumlah puluhan karung.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. (Jin Chan) yang ditemukan 300. Kalau Cianida 171. Sementara karung warna putih diduga Karbon. Saya lupa datanya. Ada puluhan,” ungkap Adityanto. Ia menjelaskan, Cianida dan Karbon terungkap pada 19 Agustus lalu. Kemudian diamankan terlebih dahulu oleh Disperindag. Diduga hilang, Dandim 1506 Namlea berkoordinasi untuk melakukan pengecekan.

“Jadi kegiatan yang dilakukan Dandim tanggal 20 Agustus itu pengecekan. Sebelumnya tanggal 19 Agustus sudah diamankan terlebih dahulu. Terus dikuasai oleh Disperindag dan ternyata menghilang. Akhirnya pagi-pagi koordinasi dari Kodim untuk turun. Saat itu kita sama-sama dari Ambon, akhirnya beliau yang duluan menemukan di daerah 18. Saat itu bersama dengan tim kita dari Polsek,” jelasnya. Berhasil ditemukan, ratusan kaleng Cianida berwarna abu-abu dan karung putih berisi Karbon, itu langsung diserahkan kepada Polsek Waelata.

Sementara kita masih teliti, selidiki asal usulnya, keabsahannya. Pemiliknya masih kita telusuri dulu. Karena kan masih lebaran ini. Nanti mungkin besok (hari ini) kita running,” terangnya.

Rencana penyelidikan berlangsung hari ini bertepatan dengan datangnya tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Makassar. Kedatangan tim Labfor untuk menyelidiki temuan sebelumnya yakni ratusan karung Jin Chan. “Kebetulan besok tim Labfor juga datang untuk masalah sebelumnya Jin Chan itu akan kita tindak lanjuti. Kalau dari ordernya memang dari PT. BPS,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, ratusan Cianida dan Karbon yang ditemukan itu legal atau resmi sesuai dengan sejumlah surat perizinan yang dimiliki. Menurutnya, distribusi Cianida jelas dan di impor melalui PPI. “Kalau Cianida itu impornya legal melalui PPI. Distribusinya juga jelas. Kan apabila ada perizinan dari kementrian otomatis bisa dikatakan barangnya legal,” sebutnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top