NEWS UPDATE

Ratusan Kilogram Daging Beku Dimusnahkan Karantina Ambon

RakyatMaluku.com – KARENA tidak dilengkapi de­ngan dokumen sertifikat karan­tina, ratusan kilogram daging an­jing dimusnahkan Balai Ka­ran­tina Kelas I Ambon, Senin 2 Juli 2018.

Ratusan daging tersebut se­be­lumnya diangkut dengan ka­­­pal Pelni KM. Ngapulu dari Makassar ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dan dikemas menggunakan styrofoam sebanyak dua box dengan maksud di jual di Kota Ambon untuk di konsumsi .

Kepala Karantina Kelas I Ambon , Jumrin kepada pers di sela-sela pemusnahan daging tersebut me­ngatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan atau peraturan pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang karantina hewan, maka dilakukan penerbitan sertifikat KH-8a (penahanan) dan KH-9a (penolakan).

“Daging anjing beku dimusnahkan karena tidak me­miliki persyaratan karantina. Pemusnahkan dilakukan dengan cara dibakar di dalam lubang,” jelas Jumrin. Selain pemusnahan daging, Jumrin juga mengatakan tim Aviation Security (AVSEC) Ban­dara Pattimura Ambon pada 26 Mei 2018 juga mengamankan lima batang bibit jeruk yang akan dikirim ke Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dengan Trigana Air.

Bibit tersebut tidak dilengkapi dengan persyaratan karantina.”Setelah diamankan kemudian petugas Ban­dara Pattimuara berkoordinasi dengan petugas Karantina Ambon untuk ditindaklanjuti sesuai dengan atu­ran perkarantinaan yang berlaku,” katanya.

Petugas Karantina Ambon melakukan penahanan dan diberikan waktu 14 hari kepada pemilik untuk melengkapi persyaratan karantina sebagai jaminan bibit sehat dan bebas dari hama penyakit, serta persyaratan tambahan berupa sertifikat benih unggulan dari instansi berwenang di daerah asal.

“Karena pemilik tidak bisa melengkapi persya­ratannya tersebut, akhirnya bibit jeruk manis ini kita musnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan ini sesuai dengan prosedur dan demi menjaga Maluku be­bas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina,” te­gas Jumrin. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top