---------
KABUPATEN SBT

Ratusan Personil Polres SBT Jalani Tes Urine

Sebanyak 130 personel Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) menjalani tes urine pada Selasa, 6 April 2021. Pemeriksaan urine dilakukan untuk memastikan setiap personil Polri di daerah itu bebas dari penyalagunaan narkoba. Hal ini untuk menindaklanjuti Surat Telegram (TR) Kapolri nomor ST/331/II/HUK.7.1//2021 tentang pencegahan penyalagunaan narkoba oleh anggota Polri.

Wakil kepala kepolisian Resort (Wakapolres) Seram Bagian Timur, Kompol La Udin Taher yang ditemui wartawan di markas Polres SBT saat menjalani tes urine mengatakan, dari 256 personil di jajaran polres SBT yang saat ini baru bisa menjalani tes urine hanya 130 personil. Jumlah 130 personil ini merupakan anggota Polri yang bertugas di markas polres dan polsek Bula.

Sementara sisa yang belum menjalani tes urine pada tahap pertama ini merupakan personil yang berugas pada polsek di daerah pulau-pulau yang jauh dari Kota Bula. “Tes urine ini dilakukan untuk anggota Polri yang ada di Polres dan polsek Bula. Untuk Polsek-polsek yang lain nanti kita tentukan waktunya untuk pemeriksaan,”katanya.

Dikatakan, saat menjalani tes urine, ratusan personil itu dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok diisi 12 hingga 14 personil. Pembagian ini dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan sampel urine oleh tim dokter bidokes polri. Oleh karena itu, saat dilakukan uji sampel urine, personil polri yang melakukan pemeriksaan bisa langsung mengetahui hasil tes urine dari tim dokter dalam waktu singkat. “Ini kita punya dokter sendiri, karna ini memang dikhususkan untuk anggota kami sendiri,” ujarnya.

Kata dia, pemeriksaan urine tersebut diwajibkan bagi setiap anggota polri di seluruh indonesia. Hal ini berdasarkan perintah Kapolri bagi para kepala kepolisian dearah (Kapolda).

Selain menginstruksikan para kapolda menggelar tes urine, Kapolri meminta para Kapolda memberikan tindakan tegas kepada anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Tindakan tegas itu berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Ini perintah khusus yang merupakan satu program prioritas kapolri yang harus dilakukan seluruh anggota polri. Kalau ada personil yang dalam pemeriksaan dinyatakan positif maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,”tegas Wakapolres.

Surat telegram itu dikeluarkan setelah muncul kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Kapolsek Astana Anyar dan belasan anggotanya. Kapolri meminta kasus tersebut tidak terulang lagi karena menurunkan citra dan wibawa Polri di mata masyarakat. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top