AMBONESIA

Rayakan HUT GPM, Wagub Minta Gereja Jadi Agen Perdamaian

Zeth Sahuburua

RakyatMaluku.com – MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-83 tahun, Wakil Gubernur Provinsi Maluku, Zeth Sahuburua, mengajak seluruh umat Kristiani untuk menjadikan gereja sebagai ruang menciptakan kehidupan yang aman, rukun dan damai.

Sejatinya, semua rumah ibadah merupakan tempat bersemayamnya kehidupan yang damai bagi semua golongan masyarakat. Untuk itu, kiranya dalam momentum perayaan HUT GPM ke-83 tahun ini, umat gereja harus terus mewujudkan cita-cita kehidupan umat yang rukun dan damai, baik di Maluku, Maluku Utara, maupun pada dunia.

Sebut Wagub Maluku, pemberian tema HUT GPM, “Gereja Bersyukur: Mencintai Kebenaran dan Damai”, bukanlah satu tulisan semata untuk seluruh warga di bawah naungan GPM untuk merayakan HUT sebagai agenda serimonial belaka. Tapi, tulisan ini harus bisa dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Jauh itu, harus disadari sungguh bahwa keberadaan GPM yang usianya kini 83 tahun, sudah terlibat langsung dalam menjaga keutuhan NKRI, termasuk berjuang untuk memerdekakan bangsa ini. Sebab itu, nilai-nilai juang harus terus dijaga untuk mengawal pembangunan bangsa dan negara, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur.

Tentu, Wagub, lewat tema di atas pula, akan meningkatkan sprit umat Kristiani, menghadirkan agenda-agenda perdamain, untuk tetap menjaga hubungan antar sesama umat di Maluku dan Maluku Utara, demi terciptanya kehidupan yang aman, rukun dan damai. “Damai jangan hanya dimaknai tidak ada konflik. Melainkan bagaimana kita sebagai umat GPM menjadi agen dan contoh dalam kehidupan bertoleransi yang baik dengan berbagai macam orang,” pesan Wagub Maluku.

Sebab itu, ia mengingatkan warga GPM untuk mampu melihat dan mencernah serta tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Mengingat saat ini, semangat kebangsaan sementara diujii. Di mana, bangsa ini sedang melewati ujian sejarah yang serius.

Upaya-upaya menggantikan ideologi berbangsa, pemanfaatan wacana demokrasi untuk membelokan arah berbangsa dan bernegara, serta ancaman terbuka terhadap Pancasila dan UUD 1945, merupakan masalah serius yang mesti perhatian serius seluruh elemen bangsa, termasuk gereja-gereja. Dengan kata lain, gereja-gereja dan agama-agama pada umumnya tidak boleh tinggal diam. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top