AMBONESIA

Rekayasa Lalin Di Kota Ambon Tidak Mapan

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – KEMACETAN di Kota Ambon semakin tak terhindarkan. Jelang lebaran Idul Fitri, kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat semakin hari semakin memadati beberapa jalur di pusat Kota Ambon yang mengakibatkan macet dibeberapa titik Kota Ambon.

Meskipun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Dishub Maluku bersama-sama dengan Forum lalu lintas kota, Ditlantas Polda Maluku, Satlantas Polres Ambon, Balai Pengelola Transportasi darat Maluku, Balai jalan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku telah menbentuk tim untuk merekayasa lalu lintas, namun masalah kemacetan masih tidak bisa dihindarkan.

Kendati konsep rekayasa tersebut dilakukan untuk mengurai tingkat kemacetan yang terjadi saat ini. Akan tetapi, semua yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil yang baik. Akibaymya, kemacetan tetap terjadi meskipun telah dipasang road bariers sebagai pembatas jalan bagi kendaraan. Hal ini disebabkan lantaran keberadaan jalan tidak berbanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di kota Ambon. Dimana kendaraan di kota Ambon sudah terlampau banyak.

Pantauan Rakyat Maluku, Sabtu (9/6/2018), Kemacetan panjang hingga kini masih tetap terjadi dibeberapa titik jalan di Kota Ambon, yakni di kawasan simpang Batumerah, Simpang Rijali, kemudian juga terjadi kemacetan di jalan Kakialy serta di Jalan Simpang AY. Patty. Simpang Tulukabessy juga menjadi pusat kemacetan karena merupakan titik dimana bertemunya sejumlah kendaraan dari dua arah, menuju pasar Mardika, yakni dari arah belakang Soya dan juga dari arah Jln Sam Ratulangi hingga Simpang Jalan WR Supratman, Simpang Yosiba, dan Pasar Mardika.

Sementara pada sore hingga malam hari, hal yang serupa juga terjadi di pertigaan SPBU Kebun Cengke selama berjam-jam. Itu juga terjadi karena pada jalur tersebut terdapat dua jalur kendaraan yang berlawanan, yakni dari arah Batumerah menuju arah Tantui atas dan dari arah Mardika yang lajurnya dari Kapaha menuju Kebun Cengke-IAIN. Yunan Helmi, salah satu pengguna kendaraan roda empat menilai, rekayasa yang dilakukan petugas Dishub dan petugas lalulintas tidak membuahkan hasil. “Rekayasa lalulintas ini seolah tidak ada hasil. Karena berbagai metode yang dilakukan untuk mengurai kemacetan tidak ada pengaruhnya,” ujar Yinan.

Kata dia, pasar Mardika itu perlu ditata agar jalan tersebut bisa dimanfaatkan juga oleh kendaraan, dengan jalan merekayasa para pedagang di pasar dan juga mengatur mobil angkutan untuk tidak mengangkut penumpang diluar terminal. Sehingga, memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan ptibadi dan lainnya. “Saya kira itu perlu ditata kembali pasar, agar separug kepadatan itu bisa terbagi supaya kemacetan dititik-titik tertentu itu bisa terurai. Sebab, beban kendaraan di ruas jalan Tulukabessy Mardika hingga ke kawasan Batu Merah cukup tinggi, karena pengendara lebih memilih ruas jalan tersebut dibandingkan kawasan jalan pantai mardika hingga Ongkoliong,” kata dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top