NEWS UPDATE

Ribuan Umat Islam Di Ambon, Doakan Warga Di Lombok

RakyatMaluku.com – RIBUAN Umat Islam di Kota Ambon men­doakan warga di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Ba­rat (NTB), yang saat ini menempati lo­kasi pengungsian akibat mengalami mu­sibah gempa beberapa waktu lalu. Doa ini dipanjatkan ribuan umat muslim di Ambon saat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1439 Hijriah di Masjid Raya Al Fatah, Ambon, Rabu 22 Agustus 2018.

“Marilah kita mendoakan saudara kita di Lombok yang mengalami musibah gempa beberapa waktu lalu. Dan juga kita mendoakan umat Islam di Palestina,” ujar Dr.M. Rahantel, M.Ag, Dosen IAIN Ambon dan Ketua MUI Kota Ambon, saat menyampaikan khutbah Idul Adha, di Masjid terbesar di Maluku itu.

Dalam khutbanya, Rahantel juga menyampaikan hikmah dan keutamaan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban ini, serta meminta jamaah untuk mencontohi keteladanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Diantaranya, pengorbanan Nabi Ibrahim A.S dan putranya, Nabi Ismail A.S, yang rela dan ikhlas melaksanakan perintah Allah SWT.

“Nabi Ibrahim A.S patuh atas perintah Allah SWT untuk mengorbankan Nabi Ismail A.S, putra kesayangannya itu. Dan Nabi Ismail A.S, ridho untuk mengorbankan dirinya atas perintah Allah SWT,” ujar Rahantel.

Tapi lanjutnya, Allah SWT kemudian meng­gan­tikan nyawa Nabi Ismail AS dengan seekor domba untuk dikurbankan. Karena itu, setiap Umat Muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan peliharaan berupa kambing, sapi, dan domba, sebagai tuntutan atau risalah yang dibawa Rasulullah SAW.

“Maka dari itu hendaknya kita mentauladani dan mencontoh sifat Nabi Ibrahim, AS dan putranya, Nabi Ismail AS serta istrinya yang taat, rela dan ikhlas menjalankan perintah Allah SWT dan semoga apa yang kita kerjakan dan laksanakan mendapat barokah dari Allah SWT, “ tandas Rahantel.

Ditambahkan, Idul Adha juga tidak hanya mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim A.S dan putranya tapi juga memiliki dimensi sosial dan ibadah lainnya.

“Dimensi sosial itu yakni, meningkatkan hubungan sosial, saling membagi rizki kepada sesama. Yakni, daging hasil kurban diberikan kepada warga yang berhak secara merata,” tandas Rahantel, yang menambahkan dalam kehi­dupan sehari hari makna berkurban yakni untuk meningkatkan hubungan sosial, tolong menolong, membagi rizki kepada orang – orang lemah. (RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top