HUKRIM

RUISLAG, Polda Akan Gelar Perkara

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih lima bulan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku bakal melakukan gelar perkara kasus tukar guling lahan antara Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku dengan lahan milik Yayasan Poitech di Poka, 2017 lalu.


Gelar perkara dilakukan setelah semua orang yang diduga mengetahui proses kasus tersebut selesai dimintai keterangan. Sebelumnya, Ditreskrimsus melakukan penyelidikan kasus yang diduga merugikan negara senilai Rp3 miliar ini. Kerugian itu akibat objek yang diruislag tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Sementara gelar perkara sendiri untuk mengetahui ada tidaknya unsur tindak pidana dalam kegiatan Ruislag itu,” kata sumber terpercaya Rakyat Maluku di Polda Maluku, Rabu, 9 September.

Dijelaskan, dalam keterangan para saksi itu akan dikumpulkan jadi satu, kemudian ditelaah dalam proses gelar perkara nanti.

“Nanti dilihat apakah kasus ini dilanjutkan atau tidak. Tapi, saya yakin kasus ini akan dinaikan ke tahap penyidikan karena ada unsur melawan hukum di situ,” jelas sumber itu.

Sementara Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Eko Santoso, yang dihubungi Rakyat Maluku perihal perkembangan kasus ini, enggan berbicara.

“Saya no coment. Tetap no coment,” tegasnya.

Dari tukar guling lahan ini, kelak Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Maluku akan menempati gedung yang sekarang dipakai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) di Jalan Pattimura Ambon.

Sementara gedung yang sekarang ditempati oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah akan dibangun sekolah oleh Yayasan Poitech Hok Tong.

Untuk diketahui, kasus ini diketahui tahun 2018 setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku mengaudit LKPD Maluku tahun 2017. (AAN)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top