NEWS UPDATE

Safari Ramadan Pemprov Maluku Menyentuh Semua Aspek

RakyatMaluku.com – SAFARI Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Tahun 2018 ini, akan difokuskan untuk kegiatan-kegiatan yang bermuarah kepada bina mental masyarakat. Salah satunya, bagaimana mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mengecam aksi bom bunuh diri, yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah daerah.

Lebih menariknya, bahwa Safari Ramadan Tahun ini, juga diarahkan kepada masyarakat non-muslim, untuk sama-sama meningkatkan hubungan persaudaraan antar umat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Maluku.
Ketua Panitia Safari Ramadan Pemprov Maluku, Kasrul Selang, mengakui, Safari Ramadan 1439 yang dilaksanakan tahun ini berbeda dengan sebelumnya.

Kali ini agenda tahunan Pemprov Maluku, difokuskan untuk menyatakan keprihatinan terhadap aksi teror bom yang kemungkinan bisa saja terjadi di Maluku, terutama Kota Ambon, sehingga dimanfaatkan untuk mengintensifkan sosialisasi guna penangkalan dini kepada masyarakat.

“Keprihatinan terhadap aksi teror bom merupakan hasil rapat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Setda Maluku, perwakilan Kepolisian/TNI serta pimpinan MUI, Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Keuskupan Amboina, Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) serta perwalian umat Budha Indonesia (Walubi) Maluku.” Demikian dijelaskan Kasrul, kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Kepala Dinas Perumahan Rakyaat Provinsi Maluku ini, mengatakan Safari Ramadan di awali dari Masjid Raya Alfatah Ambon dengan puncaknya menjalin tali kasih bersama anak bangsa Indonesia di ibu kota provinsi Maluku yang berhak menerimanya. “Safari Ramadan juga disepakati bukan difokuskan semata untuk umat Islam. Namun, pemeluk agama lain sebagai wujud toleransi sebagai cerminan iman dilandasi keharmonisan jalinan antar umat beragama dilandasi falsafah hidup orang basudara,” jelas dia.

Dijelaskan, Safari Ramadan terpadu ini diprogramkan dilaksanakan pada enam titik di sejumlah kabupaten/kota. “Kami tidak bisa melaksanakannya di 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku karena keterbatasan waktu yang efektifnya tinggal tiga pekan.” Padahal, sejumlah Bupati/Wali Kota telah meminta agar Safari Ramadan terpadu dilaksanakan di daerahnya karena strategis menjalin kebersamaan hidup orang basudara. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top