HUKRIM

Saksi Beber Kejahatan Ketua Panwas Pilkada Malteng

RakyatMaluku.com – Pengadilan Tipikor Ambon kembali menggelar sidang perkara korupsi dana hibah pengawasan Pilkada di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2017 sebesar Rp 10 miliar, Rabu, 9 Mei 2018.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Malteng Rian Lopulalan menghadirkan
mantan Ketua Sekretariat Panwas (Kasek) Yanti Nirahua beserta Stafnya Klara Soukotta, masing-masing
sebagai saksi untuk terdakwa Richard Wattimury selaku mantan bendahara Panwas.

Kepada ketua majelis hakim, saksi Yanti Nirahua mengungkapkan, Stenly Maelissa adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam pengelolaan dana hibah pengawasan. Sebab, pengelolaan anggaran itu diatur berdasarkan petunjuk dan kebijakan dari Stenly Maelissa selaku ketua Panwas saat itu.

“Saya hanya tahu soal tandatangan yang disodorkan Komisioner Panwas saja, kalau soal pengelolaan anggaran hingga pembelanjaan mobiler itu kewenangan penuh ada pada ketua Panwas Stenly Maelissa,” ungkap Yanti.
Dikesempatan yang sama, saksi Klara Soukotta juga membongkar kejahatan Stenly Maelissa. Menurutnya, Stenly Maelissa telah mengambil honornya sekitar Rp 17 juta lebih sejak Juni – Desember 2017.

“Awalnya honor kami Rp 1 juta, tetapi sesuai edaran Bawaslu, honor kami dinaikan menjadi Rp 2.500.000. Dan sejak honor dinaikkan, saya tidak lagi mengambilnya, karena sudah diambil oleh Stenly Maelissa selaku ketua Panwas saat itu,” bebernya.

Ia juga mengatakan, pada 2017 lalu Komisioner Panwas Malteng mendapat empat tiket untuk menghadiri acara penyerahan Bawaslu Awards di Jakarta. Namun kenyataanya, yang berangkat ke Jakarta berjumlah 17 orang, termasuk istri Stenly Maelissa.

“Setahu saya, keberangkatan mereka ke Jakarta waktu itu menggunakan uang yang bersumber dari dana hibah pengawasan Pilkada Malteng tahun anggaran 2016 – 2017. Sebab, saat itu tiket keberangkatan ke Jakarta hanya untuk empat orang saja,” tutur Soukotta.

Usai mendengar keterangan dua saksi itu, Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally didampingi dua hakim anggota, Felix R. Wiusan dan Herri Leliantono, kemudian menunda persidangan hingga Rabu pekan depan, dengan agenda sidang mendengar keterangan saksi-saksi lainnya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top