ADVETORIAL

SBT Produksi Beras Sendiri

Sawah milik petani di Kecamatan Bula Barat. (Mansur Boinauw)

DPRD : Pangan Lokal Perlu Juga

KABUPATEN Seram Bagian Timur (SBT) telah memiliki beras hasil produksi sendiri. Beras yang diberi nama Gumumae Cap Pala ini dinilai sebagai suatu progres yang baik dalam pembangunan di bidang pertanian di daerah ini. 

Beras Gumumae dilaunching oleh Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, Minggu, (

10 Februari 2019, di Desa Waiketam Baru, Kecamatan Bula Barat.

Kendati telah memproduksi beras sendiri sendiri, tapi petani di wilayah itu mengaku masih menghadapi sejumlah masalah diantaranya irigasi, pupuk, serta pasar yang baik untuk memasarkan hasil sawah mereka.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten SBT, Alimudin Kolatlena, mengatakan, launching beras Gumumae menjadi suatu progres yang baik dalam  pembangunan bidang pertanian di daerah Ita Wotu Nusa ini.  

“Itu (launching veras Gumuame,red) adalah progres yg baik untuk pertanian di SBT. Meskipun persentasenya masih kecil,”ungkap Kolatlena, Senin, 11 Februari 2019.

Terkait aspirasi para petani tentang saluran irigasi, pupuk, dan pasar, Alimudin Kolatlena mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian memang harus merancang program dan kegiatan yang lebih terpadu.

Sehingga, lanjut Kolatlena, berbagai  masalah yang disampaikan petani tersebut dapat disikapi secara maksimal dan  membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi mereka serta dapat memasarkan hasil pertanian mereka.

“Sehingga hasilnya lebih maksimal dan akses pasar juga mudah.  Ini progres awal yang baik. Kita berharap kedepan infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan petani bisa lebih diperhatikan,” ungkap ketua Fraksi Gerindra ini.(MBU)

 

Ketua DPRD SBT, Agil Rumakat, melakukan reses di Kecamatan Kilmury. (Mansur Boinauw)

Ketua DPRD SBT Serap ‘Asmara’ di Kilmury

KETUA DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Agil Rumakat,  menyambangi warga Kecamatan Kilmury untuk menyerap aspirasi mereka. 

Kesempatan itu dimanfaatkan warga untuk menyuarkan aspirasi tentang beberapa masalah di wilayah ini. 

Kegiatan serap aspirasi masyarakat alias “Asmara” yang dilakukan Rumakat dalam rangka reses  masa sidang III tahun 2018 itu berlokasi di Desa Mising, Desa Selor dan Desa Kilmury, dihadiri oleh Camat Kilmury, Kapolses Kilmury, para kepala sekolah dan warga setempat.  “Saya datang di sini untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat,” ungkap Rumakat. 

Warga tampak tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, menyuarakan aspirasi  tentang sejumlah masalah, diantaranya masalah infrastruktur transportasi, jaringan telekomunikasi, serta beberapa masalah lain yang masih mereka hadapi.

Warga berharap, DPRD dapat menyuarakan berbagai masalah tersebut kepada pemerintah agar mendapat perhatian dan secepat mungkin teratasi. 

Menanggapi aspirasi tersebut,  Agil Rumakat mengatakan,  kebutuhan infrastruktur transportasi dan jaringan telekomunikasi telah mendapat perhatian pemerintah daerah. “Pemerintah Daerah SBT dan melai tahun 2019 ini sudah bisa dijalankan,” ungkap Rumakat.(MBU) 

 

Alimudin Kolatlena, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten SBT

Perhatian Pada Pangan Lokal Perlu Ditingkatkan

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berharap pemerintah daerah terus meningkatkan perhatian pada pangan lokal di daerah ini sehingga ketersediaan pangan lokal dapat ditingkatkan.

Anggota Komisi DPRD Kabupaten SBT, Alimudin Kolatlena, mengatakan,  perlunya perhatian tersebut karena mengingat kondisi warga di sejumlah wilayah, terutama di  beberapa pulau yang kadang sulit berakses untuk memenuhi kebutuhan pangan lantaran kondisi cuaca.

Keberhasilan pemerintah dan petani sawah untuk memproduksi beras sendiri menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pangan lokal. Apalagi, di daerah ini terdapat sejumlah jenis pangan yang berpotensi menjadi pemacu roda perekonomian masyarakat.

Menurut Kolatlena, keberhasilan pemerintah dan petani sawah dalam memproduksi beras sendiri di daerah ini adalah suatu progres yang patut diapresiasi. Tapi, perlu disertai perhatian yang sama pada pangan lokal yang menjadi komiditi di daerah ini.

“Kita tentu mengapresiasi launching beras Gumumae ini. Namun pada saat yang sama, pangan-pangan lokal kita, petani lokal juga harus diperhatikan,”katanya. 

Upaya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBT untuk mengembangkan pangan lokal di daerah ini melalui Program Solid perlu terus dilakukan dan ditingkatkan, diantaranya dengan menyediakan pasar yang baik.

Sehingga, agar  manfaat ekonomis dari produk-produk berupa Minyak Goreng Minlen, kacang Solang, Jus Pala dan beberapa jenis produk lain yang dihasilkan  juga dapat ditingkatkan. (MBU) 

 

Komisi B menjelaskan potensi wisata di Kabupaten SBT di hadapan pimpinan Dinas Pariwisata Maluku menyongsong kegiatan Mangente Wakate. (Mansur Boinauw)

DPRD Dukung Rencana ‘Mangente Wakate’

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendukung rencana pelaksanaan Mangente Wakate yang rencananya digelar pada November tahun ini.

Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu momentum mempromosikan wisata di Kabupaten SBT. 

Sekadar diketahui, Mangente Wakate adalah kegiatan yang diinisiasi komponen pemuda, mahasiswa dan masyarakat Wakate untuk mewujudkan peran dalam proses pembangunan, terutama pembangunan di Kecamatan Watubela Kesui dan Teor.

“Merespon dinamika kekinian, peran aktif masyarakat dalam pembangunan sangat penting. Apalagi dari sisi pariwisatanya akan berdampak baik,” kata Kolalena, Senin 11 Februari 2019.

Alimudin Kolatlena yang merupakan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten SBT ini mengungkapkan, pihaknya mendukung rencana pelaksaan kegiatan tersebut. 

“Makanya waktu kunjungan ke Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Minggu kemarin, sempat jadi topik diskusi dengan Dispar provinsi, meski bukan merupakan agenda pertemuan, karena komisi memang merespon rencana kegiatan ini secara positif dan insya Allah akan kita dorong,”ungkap Ketua Fraksi Gerindra ini.

Kolatlena mengatakan, selain pariwisata, Mangente Wakate juga akan membawa dampak positif bagi pembangunan bidang lain, diantaranya infrastruktur transportasi dan kekurangan lainnya yang membutuhkan perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah.

“Yang ingin kita tangkap dari momen Mangente Makate, efeknya akan kemana-mana.  Jika dilaksanakan dengan baik, pariwisatanya dapat, pun soal  yang lain seperti kekurangan insfratruktur, akses dan lainnya,”jelasnya. 

Terkait respon Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kolatlena mengakui ada respon yang sangat baik. Bahkan, Dinas Pariwisata berharap ada even pariwisata di kabupaten/kota terus dilakukan, agar potensi wisata terus dipromisikan. 

Dinas Pariwisata menilai, Kabupaten SBT masih sepi even pariwisata dibanding kabupaten/kota lain di Maluku.

“Kecuali Festival Kataloka yang rutin dilakukan. Respon Dinas Pariwisata sudah positif. Tinggal panitia, kedepan dapat menindaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan Dispar provinsi,”ungkapnya.(MBU) 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top