NEWS UPDATE

Sehari, Maluku-Maluku Utara Diguncang Gempa

RakyatMaluku.com – GEMPA bumi dengan kekuatan ber­beda, Jumat Agustus 2018, terjadi pada dua wilayah yang berbeda di Maluku dan Maluku Utara. Yakni pertama gempa tektonik de­ngan magnitudo M=6.1 Skala Richter (SR) yang terjadi di Laut Banda, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran diperoleh hasil magnitudo update M=5,5 SR.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsu­nami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima Rakyat Maluku menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,14 LS dan 132,67 BT, tepatnya di Laut Banda pada jarak 43 kilometer arah Barat Daya Maluku Tenggara dengan kedalaman hiposenter 49 kilometer.

Dampak gempabumi yang digam­barkan oleh peta tingkat guncangan BMKG dan laporan masyarakat me­nunjukkan bahwa di wilayah Langgur dan sekitarnya mengalami guncangan pada skala intensitas II SIG-BMKG atau II-III MMI.

“Artinya guncangan gempabumi ini dirasakan hanya oleh beberapa orang dan tidak berpotensi merusak bangunan,” kata Triyono.

Menurut Triyono gempabumi ini terjadi akibat aktivitas subduksi Laut Banda yang menyebabkan terjadinya deformasi/patahan di zona Weber Deep bagian selatan. Gempa Laut Banda ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman menengah.

Triyono mengatakan, meskipun gempa ini terjadi di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan tidak berpotensi tsunami. “Kepada warga dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Gempa di Laut Banda tersebut dirasakan di sejumlah daerah di Maluku Tenggara (Malra) dan Kepulauan Aru. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapan BPBD Maluku John Hursepuny mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Pulau Kei Bagian Barat tepatnya Desa Ohoidertawun Kabupaten Malra namun berlangsung cepat.

“Sedangkan saya cek teman di Tual dan Langgur, gempa tidak terasa. Sementara di Dobo Kepulauan Aru ada yang merasakan walaupun kekuatannya lemah. Tapi di Desa Ohoidertawun terasa cukup kuat,” kata John.

Ia mengatakan, BPBD Maluku sedang mengecek ke BPBD Kabupaten Malra terkait dampak yang ditimbulkan di Desa Ohoidertawun akibat gempa tersebut Desa ini memang jauh dari Kota Langgur, Ibukota Kabupaten Malra.
“Sepertinya titik pusat gempa lebih dekat ke desa ini daripada ke Langgur dan untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa dari kejadian gempa ini. Pengecekan yang dilakukan via telepon di warga Desa Ohoidertawun memang cukup terasa tetapi tidak ada kerusakan,” kata John.

Sedangkan gempa kedua yakni terjadi di Kepulauan Aru dengan waktu yang berbeda dari gempa sebelumnya di laut banda. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,0, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran diperoleh hasil magnitude update M=4,9.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Abraham F. Mustamu dalam siaran persnya mengungkapkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,33 LS dan 133,88 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 121 km arah barat laut Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku pada kedalaman 48 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona Graben Aru. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme mendatar (strike slip fault),” kata Mustamu.
Mustamu mengatakan guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kota Dobo, Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru dalam skala intensitas I SIG-BMKG (I-II MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 19.00 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock), yaitu pada pukul 18:08:13 WIT dengan M:4,9 berlokasi 64 km barat laut Dobo tepatnya di 5,25 LS-133,97 BT pada kedalaman 10 km. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Mustamu.

GEMPA DI MALUKU UTARA
Sementara itu, kemarin, gempa tektonik juga terjadi di wilayah Pulau Bacan, Kabupatan Halmahera Selatan diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis mutakhir BMKG menunjukan bahwa gempabumi tersebut terjadi pada pukul 20:19:08 WIT dengan kekuatan 3.6 SR dengan pusat gempa di 0.72 LS – 127.42 BT, tepatnya 13 km Baratdaya Labuha-MALUT, Kabupaten Halmahera Selatan, pada kedalaman 10 Km.

Berdasarkan laporan yang masuk dan diterima redaksi Rakyat Maluku menyebutkan bahwa gempa ini dirasakan oleh masyarakat di Kota Labuha dengan skala intensitas I-II SIG BMKG (II-III MMI), dan untuk sementara belum ada laporan lain tentang kerusakan dan korban.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini termasuk gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar di wilayah tersebut. Adapun sesar-sesar aktif di wilayah Halmahera Selatan dipengaruhi oleh sesar utama Sula – Sorong yang cenderung begerak mendatar. (RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top