AMBONESIA

Sejumlah Anggota Dewan Kota Ambon Bakal Diperiksa

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease, gencar menyelidiki dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat Kota Ambon senilai Rp6 miliar, di mana Rp4 miliar untuk dewan dan Rp2 miliar buat Pemkot. Kini giliran sejumlah anggota dewan Kota Ambon, dimintai keterangan.

Sebelumnya, sejumlah pejabat diperiksa polisi, mulai dari Saleh Mahulete, bendahara Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon Josias Aulele, dan bendahara sekretariat dewan, Revi Likumahua, Sekretaris Kota AG Latuheru, serta Assisten II Pemerintah Kota Ambon Roby Silooy.

“Kita dalam waktu dekat akan memeriksa sejumlah anggota dewan Kota Ambon. Kalau tidak Senin, Selasa, pekan depan. Ini yang nama-nama mereka tercantum dalam data yang kami miliki ini,” kata Kasat Reskrim AKP RE Adikusuma melalui Kanit IV Tipikor Bripka M. Akipay Lessy kepada Rakyat Maluku, Jumat, 18 Mei.

Dikatakan, pemeriksaan mereka untuk memastikan ada tidaknya dugaan itu di sekretariat dewan. Pasalnya, sesuai data yang dilaporkan orang ke Polres Ambon, itu adadanya dugaan tindak pidana korupsi melalui SPPD tahun 2011 lalu.

“Makanya itu, kita masih dalami. Nanti kita minta dokumen dari mereka juga, seperti yang kami lakukan kepada beberapa saksi terdahulu. Dokumen terkait dugaan SPPD fiktif ini,” jelasnya.

Sementara disinggung terkait pemeriksaan Sekkot AG Latuheru dan Assisten II Roby Silooy, ia menjelaskan, kedua pejabat penting di Pemkot Ambon, diperiksa kurang lebih 8 jam.

“Keduanya dicecar 25 pertanyaan. Mereka sampai malam, sekitar pukul 18.00 WIT. Kalau Sekkot itu dia membantah, Sekkot saat diperiksa mengatakan bahwa dia melakukan perjalanan dinas. Pak Sekkot bilang hari ini (Jumat) mau bawa dokumen, tapi sampai saat ini belum datang,” jelasnya.

Untuk diketahui, Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sementara mendalami dugaan korupsi pada SPPD fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat kota Ambon. Di sekretariat dewan dana yang dikucurkan senilai Rp 4 miliar, sementara sekretariat kota Rp 2 miliar. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top