HUKRIM

Sekda Instruksikan Tangkap Pelaku

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Kasrul Selang, mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan penculikan terhadap aktivis HMI Muhammad Syahrul Wadjo, serta menangkap para pelaku penculikannya untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Saya sudah ke Polda tadi (kemarin), dan saya minta cepat tangkap pelakunya, sehingga tidak ada saling curiga dan saling tuduh. Mudah-mudahan bisa segera dapat pelakunya,” kata Kasrul, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Maluku, Kamis, 3 September 2020.

Ia juga mengimbau kepada seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus, khususnya HMI, agar dapat menyerahkan kasus dugaan penculikan tersebut kepada aparat kepolisian, serta tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Ini masalah hukum, kita minta OKP Cipayung Plus jangan terpancing dengan isu. Mari kita bangun rasa basudara, jangan berspekulasi, tetap jaga Kamtibmas, dan saling menahan diri, apalagi sebentar lagi kita sudah masuk dalam agenda Pilkada yang akan berlangsung di empat kabupaten,” imbau Kasrul.

Ia menjelaskan, atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku, Ia mengaku bangga karena kerja-kerja pemerintahan terus dievaluasi oleh teman-teman dari OKP Cipayung Plus. Sehingga, hal tersebut menjadikan semangat tersendiri bagi para ASN dalam bekerja lebih baik lagi.

“Kami sangat aspiratif, siapapun kami terima. Terkait kerja kita yang dinilai tidak transparan, saya kira dewan juga sudah tau. Kerja kita jelas setiap tahun diperiksa oleh BPK. Setelah itu diperiksa ditingkat dewan. Prinsipnya kita terus melapor. Saat ini BPK juga sementara jalan periksa penggunaan dana Covid-19 kita,” jelas Kasrul.

Pengakuan Muhammad Syahrul Wadjo Terkait Beredarnya Isu Yang Mengatakan Dirinya Diculik, Jumat 4 September 2020.

Posted by RakyatMaluku.com on Thursday, 3 September 2020


Hadiba: Jumlah Mereka 4 Orang

Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, mengebut kasus dugaan tindak pidana penculikan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Muhammad Syahrul Wadjo untuk mengetahui sapa-siapa saja yang melakukan penculikan.

Pemeriksaan korban ditambah saksi-saksi dilakukan Kamis siang hingga malam hari hanya untuk mengungkapkan siapa pelakunya. “Masih di tangani ini. Masih diperiksa saksi-saksi seluruhnya. Diperlukan keterangan korban dan keterangan saksi-saksi,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, kepada Rakyat Maluku, via seluler, Kamis, 3 September 2020.

Hanya saja, kata dia, dari keterangan korban maupun saksi, belum juga mengarah siapa yang melakukan aksi penculikan tersebut. Pasalnya, identitas mereka belum terungkap. Karena itu, polisi akan menelusuri kembali lakosi awal mula korban dibawa kabur hingga dikembalikan ke Poka, Kecamatan Teluk Ambon. “Kelihatannya belum ditemukan identitas pelaku karena dari keterangan saksi-saksi ada beberapa perbedaan. Apalagi ini masih kroscek di lapangan. Masih memastikan lagi sebenarnya pelaku ini ada berapa orang. Kita masih rekonstruksi lokasi-lokasi kejadian menurut keterangan si korban. Kan gitu,” ucapnya.

Disinggung apakah dia disekap di suatu tempat ketika diculik, mantan Kapolres Buru ini membantahnya. “Tidak disekap di suatu tempat, tidak ada penyekapan itu. Jam berapa dia dikembalikan, kita masih kroscek dengan saksi-saksi semua,” pungkasnya.


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku M. Roem Ohoirat menjelaskan, dalam penanganan kasus ini, Satuan reserse Kriminal akan diback up Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku. “Tim sudah dibentuk. Kami juga back up Polresta Ambon. Pak Kapolda sampai menyuruh Pak Dirkrimum Kombes Pol Sih Harno kembali ke Ambon untuk kasus ini.
Padahal, beliau di luar daerah,” kata Kabid Humas, kepada wartawan di Mapolresta, Kamis 3 September 2020.

Ia memastikan, kasus yang sedang ditangai Satreskrim Polresta Ambon ini menjadi perhatian serius Kapolda Maluku. “Saat itu dia diambil dari sekretariatnya yang bertempat di Poka Pemda III, dia sempat dipukuli dari bagian belakang oleh orang yang tidak dikenal, dia sempat diajak untuk makan, kemudian dia dilepas kembali,” ungkap Ohoirat.

Sementara itu, pantauan Rakyat Maluku di Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, saat pengambilan keterangan dari korban dan para saksi sampai tadi malam berlangsung sebagaimana biasanya.

Ada banyak wartawan yang menunggu untuk mendapatkan keterangan dari korban penculikan, Muhammad Syahrul Wadjo namun sampai usai pemeriksaan tak kunjung berhasil.

Dari Adam Hadiba, pengacara yang juga senior HMI diperoleh keterangan bahwa dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa ada empat orang yang melakukan penculikan terhadap Wadjo.

Adam yang mengaku mendampingi juniornya itu dari pukul 11.00 Wit hingga pukul 20.00 Wit mengatakan, korban sendiri yang mengakui bahwa ada empat orang yang melakukan penculikan. Namun siapa saja mereka, Adam Hadiba akui kalau dirinya tidak mengetaui. Yang ia tahu jumlah pelaku saja.

“Korban sendiri yang mengakui ada empat orang yang menculik. Sementara yang disampaikan memang begitu. Soal titik terang ini saya tidak mengandai-andai. Beta yakin pihak
kepolisin dalam hal ini Polresta ambon akan menangkap pelakunya,” terang Hadiba kepada Rakyat Maluku ketika dihubungi melalui telepon seluler, tadi malam.

Ia juga menambahkan, sebagai senior, sudah menjadi kewajibanya mengawal setiap persoalan yang dialami kaders HMI. “Kami sebagai senior merasa ikut terpanggil dalam hal mendampingi korban penculikan ini secara langsung. Jadi kapasitas kita begitu,” tandasnya. (AAN/RIO)


Baca juga, Akademisi Kutuk Tindakan Premanisme Terhadap Mahasiswa

Sekda Instruksikan Tangkap Pelaku
======================
--------------------

Berita Populer

To Top