AMBONESIA

Sekolah Inovatif Di Pelosok Perkampungan

SMAN 3 Buru. Sekolah yang berada di desa Waekerta Kecamatan Waeapo memang berbeda. Boleh jadi fasilitas sekolah terbatas. Letaknya di perkampungan, yang sebelumnya daerah transmigran, jauh dari ibukota kabupaten Buru. Tapi sekolah ini inovatif ketika memberi perhatian bagi penegakan disipilin para siswa.

 

 

 

 

 

 

 


Oleh: Suhfi Majid
Mantan Anggota DPRD Maluku


SELASA
(8/9), Saya dan Pak Sudarmo (Anggota DPRD Maluku), berbagi dengan siswa kelas 11 dan 12 SMAN 3. Sosialisasi program ‘Say No To Drugs’. Katakan tidak kepada Narkoba. Acara berlangsung jam 11.15 WIT hingga menjelang waktu pulang, jam 13.45 WIT. Sebelum pulang, ratusan siswa antri di depan kantor sekolah. Mereka berbaris untuk absensi. Ketika mendapat giliran, setiap siswa meletakan ibu jarinya pada mesin absensi sidik jari, Fingerspot Absensi Sekolah.

Adalah ide inovasi dari Akhmad Sobirin, sang Kepsek SMAN 3. Ketika diangkat memimpin sekolah ini 3 tahun lalu. Dirinya menilai, problem serius yang dihadapi sekolah adalah disiplin anak – anak. Akhmad Sobirin juga ingin memastikan, perkembangan anak – anak didiknya terpantau oleh orang tua secara real time. Minimal kehadirannya di sekolah. “Maka, ide Fingerspot Absensi Sekolah (FAS) ini kita siapkan”, kata sang Kepsek saat kami berbincang di ruangannya.

Fingerspot Absensi Sekolah (FAS) detail Akhmad Sobirin, dipilih karena merupakan apli­kasi yang mampu mencatat dan mengelolah absen siswa. ‘Anak yang absen lewat FAS akan tercatat dan terkelolah data kehadirannya. Dengan SMS Gateway, laporan kehadiran anak saat absen pagi dan absen pulang akan sampai ke handphone orang tua masing – masing secara realtime per hari”, jelasnya dengan sumringah.

Model SMS Gateway yang menghubungkan lebih dari 500 pelajar dengan orang tuanya membuat para orang tua terlibat memantau perkembangan kehadiran anaknya di sekolah. Setiap hari. “Kami ingin menciptakan sinergi positif sekolah dan orang tua. Menghidupkan disiplin anak – anak dengan melibatkan orang tua mereka. Kita bangun simbiosis mutualisme di sekolah”, Akhmad menerangkan. Dengan SMS Gateway, beberapa informasi penting dari sekolah juga di-broadsasting ke HP para orang tua.

Pengadaan Fingerspot Absensi Sekolah dan SMS Gateway dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara, biaya SMS Gateway dibayar perbulan. Itupun tidak mahal, hanya antara Rp 400.000 hingga Rp 450.000 per bulan.

Pengguna absensi Sidik Jari, bagi karyawan adalah hal biasa. Pola serupa untuk dinas pendidikan mulai dikembangkan bagi karyawan dan guru pada satuan pendidikan di beberapa propinsi. Namun absensi sidik jari untuk siswa di Propinsi Maluku, rasanya belum banyak. Bahkan cukup langkah. Setau saya, di Kabupaten Buru – pun SMAN 3 yang menjadi pelopornya. Di Kota Ambon, SMAN 2 Ambon telah menggunakannya 3 atau 4 tahun yang lalu.

Sejatinya, inovasi demikian penting untuk diapresiasi. Ide sang Kepsek menggunakan FAS adalah kesadaran bernilai sebagai dedikasi un­tuk berkontribusi bagi pendidikan di Maluku. Ber­inovasi di tengah keterbatasan membuat kebangkitan pendidikan di Maluku itu bukan utopia.

Maka selayaknya SMAN 3 Buru menjadi model dan contoh. Dari ujung kampung, karya bernilai itu dimulai. Semoga diikuti oleh sekolah – sekolah di Kabupaten lainnya. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top