HUKRIM

Seleksi AKPOL Di Polda Maluku Berbasis Teknologi

RakyatMaluku.com – DITENGAH  perkembangan teknologi saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mulai mendorong pelaksanaan perekrutan dengan sistem seleksi berbasis teknologi. Seleksi berbasis teknologi diperlukan guna menghindar terjadinya penyimpangan saat perekrutan berlangsung.

Tes Akademik, puluhan peserta calon taruna Akademik Kepolisian (AKPOL) tahun anggaran 2018, Penerimaan Daerah (Panda) Polda Maluku, mengikuti ujian secara online dengan sistem CAT (Computer Assisted Test). Test diikuti 24 orang peserta, dengan menggunakan aplikasi CBT (Computer Based Test). tes Akademik digelar Jumat dan Sabtu, 19 Mei.

Untuk ujian akademik, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku mengandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon. Tes di Laboratorium Komputer, SMK Negeri 3 Ambon, Waiheru.

“Ujian ini menggunakan aplikasi CBT. Aplikasi ini memang sudah di pakai di ujian basional sudah lima tahun berjalan.Namun di ujian taruna Akpol ini ada sedikit perbedaan, ada sedikit modifikasi aplikasi. Terutama di penampilan hasil, yang bisa di lihat secara langsung oleh peserta sesaat setelah dia melaksanakan satu sesi ujian, pada saat itu juga,” ujar Jacob Latupeirissa teknisi (operator server lokal) pelaksaan Tes Akademik Akpol Panda Maluku, kepada wartawan, Sabtu, 19 Mei.

Ujian diawasi secara ketat. Selain pengawasan langsung oleh panitia, sistem pengamanan berbasis teknologi juga berlapis dan sangat tidak mungkin terjadi penyimpangan, atau orang lain mencoba mengitervensi peserta di saat ujian berlangsung.

Ujian, ini juga menggunakan sistem semi-online. Maksudnya, dimulai dari soal CAT yang dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal. Kemudian ujian dilayani server lokal secara offline. Setelah semua jawaban terisi oleh peserta sesuai deadline waktu di tentukan terkumpul di server lokal. Secara otomatis saat itu juga hasilnya uji bisa dilihat secara langsung oleh peserta. Hasil uji kembali di kirimkan ke server pusat secara online (upload).

“Ujian di lakukan secara semi-online. Maksudnya, setelah kita mendouwload data sistim uji, setelah itu koneksi internet di putuskan, sehingga proses ujian di lakukan secara offline. Jadi kalau intervensi dari luar melalui jaringan intetnet tidak bisa di lakukan, terproteksi. Nanti setelah seluruh rangkaian ujian selesai baru kita mengkoneksikan kembali jaringan internet untuk mengupload hasil itu ke pusat.Tetapi dari sesi ke sesi ujian itu langsung juga kita serahkan ke kepada pihak bertangungjawab, untuk pelaksanaan uji,” tandas Jacob.

Dijelaskan, sistem pengamanan tetsebut yakni di mulai dari tiga pilihan yang akan dilakukan para peserta memelih soal CAT. Dan dilihat dari suara terbanyak dari jumlah peserta. Sehingga token (Password) di berikan secara langsung dari Mabes Polri.

“Jadi, soal CAT juga tidak di berikan sembarangan. Tergantung pilihan peserta, misalnya kalau dari jumlah peserta lebih banyak memelih paket B. Maka token (password) akan diberikan sesuai pilihan. Jadi kalau tidak ada token, tidak bisa di buka soal ujian. Token ini di tentukan langsung dari Mabes Polri, Jakarta. Jadi sistimnya mulai dari waktu juga sudah tersistem secara otomatis. Untuk menghindari curian star waktu pelaksanaan ujian.Ujian di mulai jam 08.00 sampai dengan jam 09.30 Wit “ jelas Jacob.

Jacob juga memastikan aplikais CBT sangat aman, dan teruji selama di gunakan disetiap pelaksanaan ujian nasional, dalam lima tahun terakhir, dan belum di temukan penyesupan atau hacker mencoba menggalkan pelaksan ujian.” Dan dengan sistem offlien dipastikan, jauh lebih aman lagi tentunya,” terangnya.

Salah satu peserta, Richmon Juventus Jr Maitimu, mengapresiasi proses seleksi berbasis komputerisasi ini. Menurutnya ini seiring dengan tema perekrutan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Seleksi dilakukan dengan sangat baik, sesuai dengan tema dalam perekrutan. Kemudian sisitem test, dengan hasil yang dapat di pertangungjawabkan. Pengawsan di lakukan sangat ketat, dari panitia dan divisi Propam,”akui dia.

Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku AKBP Andre Sukendar, menjelaskan pengujian akademik penerimaan taruna AKPOL ada terdapat tiga mata pelajara yakni Bahasa Indonesia, Mate-matika, dan Pengahun Umum.

“Untuk pelaksaan ujian selama dua.Untuk selanjutnya kita lanjutkan dengan tahapan-tahapan seleksi yang berikutnya lagi. Untuk peserta ada sebanyak 24 orang, 22 pria dan 2 orang wanita, dari jurusan IPA sebanyak 20, dan IPS 4 orang,” ujarnya.

Dipastikan, dari 24 peserta hanya ada 8 orang peserta yang akan diusulkan ke panitia pusat sesuai hasil seleksi di capai di tingkat daerah.

“Untuk kuota AKPOL sesuai dipa anggaran tahun ini (2018-red), delegasi yang akan dikirim sebanyak delapan orang yanga kita kirim ke pusat. Namun akan ada seleksi lagi di pusat, untuk kelulusan penitia pusat yang menentukan. Jadi dari delapan orang ini apakah lima atau lebih diterima semuahnya di tentukan oleh pusat,” tandas dia. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top