GERBANG PENDIDIKAN

Seleksi Siswa di Sekolah Unggulan Harus Sesuai Prosedur

RakyatMaluku.com – MEMBLUDAKNYA jumlah pendaftar pada beberapa sekolah paforit di Kota Ambon membuat pihak sekolah harus melakukan sistim penyaringan siswa baru di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebenarnya sistem seleksi tersebut masih menimbulkan kontroversi. Akan tetapi, pihak sekolah selalu berdalih, ‘terpaksa’, melakukan penyaringan murid baru dengan cara seleksi karena membludaknya jumlah pendaftar.

Yang semula menjadi patokan masuk sebuah sekolah adalah nilai, tetapi karena besarnya jumlah pendaftar, pihak sekolah lalu membuat ujian seleksi. Meskipun demikian, ujian seleksi ini pun sebenarnya masih membutuhkan keabsahan dalam hal transparansi.

Ada beberapa sekolah yang masuk dalam kategori sekolah unggulan di kota Ambon yang melakukan seleksi akibat membludaknya para pendaftar, dua diantaranya yakni SMP Negeri 1 Ambon dan juga SMP Negeri 4 Ambon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jhon Mainake mengatakan, sejauh ini belum ada data tentang praktik kolusi atau nepotisme untuk masuk ke sebuah sekolah favorit atau unggulan, meskipun kabar burung soal itu kerap kali kita dengar di kalangan masyarakat. Dia mengakui ada titipan-titipan juga yang dilakukan oleh oknum-oknum, lantaran kedekatan emosional orang tua dengan para guru di sekolah. Tetapi, apapun alasannya, untuk menjaga nama baik sekolah yang masuk kategori unggulan, maka harus tetap melalui mekanisme dan prosedur. “Jangan ada kolusi dan nepotisme karena bisa berdampak pada citra sekolah itu sendiri,” ujar Jhon.

Bagi dia, secara kuantitas di Kota Ambon tidak banyak sekolah yang masuk kategori unggulan. Oleh karena itu, setiap orang tua tentu saja menginginkan anaknya dapat diterima di sekolah tersebut, baik tingkat SD, SMP maupun SMA. Namun, terbatasnya daya tampung satuan pendidikan/sekolah unggulan tersebut, kerap membuat para pendaftar termasuk orang tua untuk berjuang ekstra supaya si anak dapat diterima di sekolah yang diingini.

Celakanya, banyak orang tua terkadang memaksakan supaya anaknya dapat diterima di sekolah unggul, tanpa menimbang kemampuan intelektual si anak. Pada tataran inilah riskan terjadinya praktik-praktik kolusi supaya si anak dapat diterima di sekolah tersebut.

“Untuk itu, demi menjaga jangan sampai ada kecemburuan akibat ketidak adilan dalam melakukan seleksi. Sebab, jika ada praktek kolusi, maka akan berpengaruh terhadap citra pendidikan di Kota Ambon. Maka, seleksi siswa di sekolah kategori unggulan, terutama pada SMP yang merupakan kewenangan Pemkot Ambon itu harus tetap pada prosedur yang ada,” tutup dia. (R1)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top