NEWS UPDATE

Sempat Hilang Di Perairan Maluku, Empat Nelayan Ditemukan Selamat

Dua dari empat nelayan yang sempat dikabarkan hilang di perairan Maluku namun akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat

EMPAT nelayan yang  hilang kontak saat hendak mencari ikan di perairan laut berbeda di Maluku yakni Firman dan Efendi Retob, yang hilang kontak saat hendak menuju rompong (bagan) ikan menggunakan satu unit longboat di sekitar perairan laut Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Senin 24 Juni 2019, sekira pukul 07.00 WIT dan Nikson Rahantali dan Jihad Tamber yang  juga hilang kontak saat menangkap ikan menggunakan longboat di perairan laut antara Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara dan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru juga pada Senin 24 Juni 2019, sekira pukul  04.00 WIT, akhirnya ditemukan selamat.

Nikson Rahantali (40 tahun) dan Jihad Tamber (30 tahun) ditemukan  dalam kondisi selamat di perairan laut Pulau Adi, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, Rabu 26 Juni 2019.

Kedua warga Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku ini, ditemukan nelayan setempat, pukul 15.30 WIT.

“Info yang kami terima dari Bapak Hendrik Kepala Pelaksana BPBD Aru, jika kedua korban saat ini sudah dievakuasi nelayan setempat ke Pulau Adi dengan kondisi selamat,” kata Kepala Basarnas Ambon Muslimin kepada wartawan, Rabu malam 26 Juni 2019.

Sementara  dua nelayan asal Desa Sole, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang juga dikabarkan hilang kontak saat melaut, kata Muslimin juga ditemukan selamat. Mereka terdampar di perairan laut Pulau Buru bagian Utara, Maluku, Rabu 26 Juni 2019 pukul 06.30 WIT.

Kedua nelayan selamat itu adalah Firman (22 tahun) dan Efendi Retob (20 tahun). Mereka selamat dari maut setelah ditemukan seorang nelayan setempat, lalu ditarik menuju Desa Waprea, Kabupaten Buru.

Kabar ditemukannya dua nelayan ini diterima tim SAR Namlea dari masyarakat. Dua korban ditemukan berada di atas satu unit longboat yang mereka gunakan untuk menuju rompong alias bagan ikan.

“Saat ditemukan, mesin longboat mereka dalam keadaan mati. Nelayan yang menemukan  lalu menarik mereka ke Desa Waprea,” jelas Muslimin.

Terima laporan warga, tim SAR kemudian menuju Desa Waprea untuk memastikan kebenaran penemuan kedua korban hilang di laut tersebut.

“Saat tim SAR sampai di sana pukul 12.00 WIT, ternyata benar mereka sudah ditemukan. Longboat yang mereka gunakan bernama Dewa Dewi,” terangnya.

Keduanya, tambah Muslimin, kini masih berada di Waprea dengan kondisi selamat. Mereka akan dijemput Juragan atau pemilik Longboat untuk dibawa ke kembali Desa Sole.

“Karena empat nelayan hilang sudah ditemukan, maka operasi pencarian hari kedua kami nyatakan berakhir atau ditutup,” tegas Muslimin. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top