HUKRIM

Sidang Korupsi Dana Operasional BRI Amahai, Terdakwa Akui Habiskan Uang Di Clubbing

RakyatMaluku.com – Pengadilan Tipikor Ambon kembali menggelar sidang perkara korupsi dana operasional Bank BRI Unit Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun anggaran 2016-2017 sebesar Rp 1,5 miliar, dengan mendengarkan keterangan terdakwa Jauhar Usemahu, Selasa, 22 Mei 2018.

Kepada Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally, didampingi dua hakim anggota Hery Leliantono dan Bernad Panjaitan, terdakwa mengaku telah menggelapkan uang operasional Bank BRI Unit Amahai untuk kepentingan pribadinya dengan berfora-foya bersama rekan-rekanya di tempat hiburan malam (Clubbing) di Surabaya.

“Saya mengakui kesalahan karena sudah memakai uang operasional BRI Unit Amahai sebesar Rp 300 juta untuk berfoya-foya di tempat karaoke selama beberapa hari di Surabaya,” akui terdakwa.

Selain untuk dugem, mantan Kepala Cabang BRI Unit Amahai juga mengaku bahwa sisa uang lainnya digunakan untuk pembangunan rumah serta mengembangkan bisnis pribadinya di Kota Masohi.

“Sisa uang operasional itu saya pakai untuk pembangunan rumah dan mengembangkan bisnis pribadi saya di Kota Masohi,” ungkapnya.

Usai mendengar pengakuan terdakwa Jauhar Usemahu, Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally kemudian menunda persidangan hingga Senin pekan depan, dengan agenda sidang pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Malteng Sinurat.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU dijelaskan bahwa terdakwa yang saat itu bertugas sebagai Kepala Cabang BRI Unit Amahai harusnya menitipkan kunci cadangan brankas ke Bank BRI Cabang Masohi.

Namun kunci duplikat tersebut dipegang oleh terdakwa, sehingga terdakawa dengan leluasa mengambil uang di brankas, dimana besar uang yang diambil terdakwa bervariasi antara Rp 35 juta-Rp 40 juta di tahun 2016.

Pada pengambilan uang kedua dan ketiga, terdakwa sudah melebihi apa yang diminta oleh teller/kasir. Misalnya pada penarikan uang di kas induk sebesar Rp 20 juta, terdakwa mengambilnya lebih besar yakni Rp 30 juta. Namun tercacat dalam buku registrasi hanya Rp 20 juta.

Selain itu, terdakwa juga mengelabui petugas resident auditor dari BRI Cabang Masohi dengan cara terdakwa melakukan penarikan tanpa menyetor uang kepada telller dan melakukan pembukuan tambahan kas tanpa disertai uang tunai.

Sehingga tim audit tidak menemukan adanya penyelewengan uang yang telah terdakwa lakukan. Misalkan, uang pada kas induk Rp 500 juta dan tercacat pada registrasi uang. Namun terdakwa mengambil uang Rp 400 juta dan tidak tercacat dibuku registrasi.

Selanjutnya pada tahun 2017 terdakwa kembali mengambil uang dari brankas Rp 370 juta dan disimpan didalam karton bekas. Jadi, total uang yang diambil terdakwa selama tahun 2016 – 2017 sebesar Rp 1,5 miliar, dan dipakai untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatan penggelapan dana operasional Bank BRI Unit Amahai, terdakwa dijerat JPU dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top