AMBONESIA

SK 371 Walikota Ambon, Tampar Pegiat Medsos

Shafiq Pontoh

RakyatMaluku.com – PEGIAT Media Sosial (Medsos) Shafiq Pontoh (SP) namanya kembali membuat riuh warga Medsos di Maluku. Sebelumnya, SP menghebohkan Medsos lewat kelakar pernyataannya pada disksusi salah satu media TV, yang diviralkan lewat facebook. Sesumbar SP bahwa pemuda di Kota Ambon tidak paham tentang Medsos.

Pernyataan SP seolah menjadi tamparan bagi seluruh pengguna Medsos dari Maluku, yang ramai-ramai mengecam kelakar SP. Tak hanya di Ambon, warga Maluku di Jakarta juga mendatangi rumah SP, untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya.

Setelah kasus ini mencuat, saluran TV yang menanyangkan SP membuat tayangan serupa dengan menghadirkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, SP sendiri, dan beberapa pemuda dari Maluku, salah satunya Ikhsan Tualeka. Dalam diskusi itu, SP telah menyampaikan permintaan maafnya, lengkap dengan menguraikan kesalahan atas data yang disebut pada diskusi sebelumnya. SP mengaku khilaf dan mengada-ngada data tentang pengguna Medsos di Kota Ambon, yang dianggapnya sebagai kesalahan ucap. Tak ayal, SP yang sudah menyakiti hati warga Maluku, juga didatangkan ke Kota Ambon atas mediasi Walikota beberapa waktu lalu. Kehadiran SP sekaligus untuk menyaksikan kondisi dan masyarakat di kota manise ini.

Belum hilang dari bayangan warga Medsos, SP justu kali ini mendapat undangan istimewa dari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-443, yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat, 7 September 2018.

Bombastis, kedatangan SP yang mendadak dipanggil naik ke panggung bersama sejumlah warga yang menerima penghargaan, justru menjadi bumerang di media sosial. Pasalnya, SP tampil dengan menggunakan baju adat Kota Ambon. Semerlap harum kasturi, SP yang sudah menghina warga Kota Ambon, justru didaulat menjadi Duta Media Sosial.

SP didaulat menjadi Duta Media Sosial lewat Surat Keputusan (SK) Walikota Ambon Nomor 371 Tahun 2018 tentang Penetapan Shafiq Pontoh sebagai Duta Media Sosial Kota Ambon. Naif memang, karena sebelumnya SP bukan ahli di bidang media sosial. SP hanya pegiat media sosial. SK Walikota Ambon yang mendadak viral di media sosial ramai-ramai dikritisi.

Pemilih acount facebook, Arman Kalena, dalam statusnya menanyakan perihal SK Walikota lengkap dengan foto SK 371.

“Maksudnya? Dalam dunia pendidikan, motivasi diberi dengan hukuman dan hadiah. Motivasi pada anak didik di ruang kelas, SP anak Ambon yah? Dari latar berbeda ruang, SP sangat tidak masuk akal diberi hadiah semacam ini. Mengapa motivasi tidak untuk anak Ambon sendiri? Sebagai Pemuda Maluku, saya sangat tidak setuju.”

Status Arman Kalean yang juga Pengurus KNPI Maluku langsung ditanggi secara kritis. Pemilik acount Musti Amar Rumatiga dalam status Arman menuliskan, bahwa saat ini lagi trent orang yang menghina langsung diangkat menjadi duta. Sebaliknya terjadi dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Walikota juga ikut-ikutan. Jadi perlu dibijaki bng Arman Kalean….. Pemuda lewat KNPI harus mengambil sikap,” tulis Musti. Sebaliknya, Fira Rumakat menekankan dalam status Arman, bahwa pemuda harus bersuara.

“Ini didikan yang tidak bagus untuk generasi muda dan bagaimana kita memotivasi mereka di sekolah jikalau seperti ini. Nanti anggapan mereka bahwa,

“ah, lebe bae (lebih baik), katong (kita) biking (membuat) yang tarbae (tidak baik) supaya (agar) katong (kita) dapat penghargaan lai (juga) kaya (seperti) SP. Contoh SP hina katong (kita) pemuda Maluku tapi dia jadi duta Medsos Kota ambon,” tulis Fira. Status Arman dikomentari sebanyak 44 kali.

Sementara pemilik acount facebook Rudi Fofid, dalam statusnya menuliskan, tugas Duta Media Sosial Kota Ambon. “Ini dia tugas Duta Media Sosial Kota Ambon sesuai SK Walikota. Pak Walikota nampaknya perlu menjelaskan kepada warga yang “terkejut” dengan pengangkatan duta ini, bahkan Shafiq yang juga tidak menyangka diangkat jadi duta.”, yang ditambahkan dengan gambar isi SK 371 Walikota Ambon. Isi SK Walikota Ambon memutuskan, Penetapan Shafiq Pontoh sebagai Duta Media Sosial Kota Ambon. Duta Media Sosial ini akan bertugas; menggerakan, mendorong dan mempromosikan Kota Ambon di bidang pemanfaatan teknologi informasi, menyebarkan tata cara bermedsos agar santun dan cerdas kepada semua, mengoptimalkan pembangunan teknologi, informasi guna percepatan pembangunan di Kota Ambon. Melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya yang berkaitan dengan pengembangan teknologi informasi di Kota Ambon.

Status Rudi Fofid mendapat tanggapan yang berbeda-beda. Salah satunya, pemilik acount Maydee Minerva. Maydee mempertanyakan peran Penasehat dan Staf Ahli Walikota Ambon sehingga lahirnya SK tersebut.

“Persoalannya…dimanakah penasehat walikota dan staf ahli yang bertugas memberikan advice dan pertimbangan kepada pemimpin. Apakah staf ahli hanya boneka? Ataukan sang pemimpin yang one man show. Mengutip apa yang dikatakan seorang senior yang beta (saya) ketemu di cafe sore tadi. Biarpun itu, mereka itu boneka tapi harus diberdayakan dan difungsikan,” tulis Maydee.

Kritik juga ditulis oleh pemilik acount Saka Ririhena, yang melayangkan pernyataan kritisnya bagi Walikota Ambon. “Apa dasar penetapan SP sebagai Duta Medsos Kota Ambon? Dari mana anggarannya untuk Duta Bapak ini bekerja? tidak jelas. Di mana fungsi Dinas Infokom Bapak? Pada poin ke-4 dalam SK Bapak, hanya menjelaskan penetapan surat yang menjadi soal apa surat ini tidak bisa tinjau kembali? Berapa masa jabatan duta bapak?,” dengan lanjutan hashtag, #KAMIKECEWABAPAK, #KAMILAWAN, #JANGANJUALHARGADIRIKAMIBAPAK, #ANDAKELIRUBAPAK, #PEMUDAKOTAAMBONMASIHSAYANGBAPAK, #MOHONDITARIKKEMALISURATINI, #AMBONTDKBUTUHDUTAMEDSOS.

Kritik pahit juga dilayangkan pemilik acount facebook, Rina Walconz Latuconsina, dengan menuliskan kalimat. “Pantaskah orang ini memakai baju adat orang Maluku, setelah kita dihina…..?? Pake (pakai) jadi Duta Kota Ambon lai (juga)…… Zn (tidak) ada anak-anak Ambon lagi ya,” tulis Rina dengan memberikan simbol jempol ke bawah serta foto Shafiq Pontoh menggunakan pakaian adat Ambon.

Sementara I-Mout Tarantula menanyakan posisi penghargaan yang diberikan Walikota Ambon kepada SP.

“Penghargaan yang diberikan Kota Ambon kepadanya seakan membenarkan tentang asumsi liarnya itu. Sebab tugas seorang Duta Media Sosial di Kota ini adalah menjadi pelopor dalam masyarakat akan pentingnya media sosial dan pemanfaatannya ke arah yang lebih baik. Mungkinkah apa yg diasumsikan Shafiq kepada masyarakat Kota Ambon adalah dianggap benar oleh elit kota ini, sehingga hanya dialah yang harus menjadi duta itu atau memang benar apa yg diasumsikannya itu? Semoga saja tak ada labirin yang berlebihan dengan hadirnya dia (Pontoh) di negeri yang damai ini,” tulis mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon tersebut.

Hingga berita ini naik cetak, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy belum memberikan keterangan resmi perihal dikeluarkannya SK kepada SP untuk menjadi Duta Medsos di Kota Ambon. Beberapa pemilik acount facebook lainnya mendesak agar Anggota DPRD Kota Ambon segera memanggil Walikota Ambon untuk mengevaluasi SK yang sudah dikeluarkan tersebut. Pasalnya, SK tersebut telah mengganggu instabilitas masyarakat di Kota Ambon, khususnya di media sosial. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top