GERBANG PENDIDIKAN

SMAN 1 Leihitu Juara Debat Pendidikan

RakyatMaluku.com – SMA Negeri 1 Leihitu menjuarai ajang Debat antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kecamatan Leihitu yang digelar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Seith (IPPMAS) di Aula Gedung Koperasi Unit Desa (KUD) Pelita Makmur, Desa Seith, Sabtu 8 September 2018.

Lomba Debat Pendidikan tingkat SMA yang di selenggarakan IPPMAS Seith itu berlangsung sejak tanggal 1 September pekan kemarin, dan baru berakhir pada Sabtu 8 September. Debat tersebut juga diikuti oleh peserta dari SM Negeri 3 Ambon. Dimana ajang tersebut dijuarai oleh peserta dari tim satu SMA Negeri 1 Leihitu.

Sementara itu, juara dua diraih oleh tim dua yang juga berasal dari SMA 1 Leihitu. Sedangkan juara tiga dan 4 berhasil disabet oleh tim Independen yaitu tim gabungan siswa SMA 3 Ambon dan peraih juara empat diraih SMA Negeri 6 Leihitu.

Ketua IPPMAS, M. Kadafi Haupea, mengatakan, kegiatan yangbbertemakan ‘Kita bangkitkan potensi peserta didik yang berkompeten dan kompetitif dalam menelaah masalah pendidikan saat ini’ ini guna memotivasi semangat belajar peserta didik demi terwujudnya generasi mudah yang kreatif, inovatif dan kompotatif di jasirah Leihitu. “Kita ingin menunjukan bahwa ternyata siswa-siswa Jazirah Leihitu juga punya kualitas dan bisa mampu bersaing pada level Nasional. Untuk itu, kami merasa perlu ada pembinaan yang lebih lanjut dari pihak terkait dalam rangka mengasah potensi siswa-siswi yang ada di Leihitu agar kemampuan ini tidak stag, namun bisa di lanjutkan dikemudian nanti dan mampu bersaing di tingkat Nasional,” ujar Kadafi, kepada Rakyat Maluku di sela-sela kegiatan lomba.

Kata dia, isu yang diperdebatkan itu pada umumnya menyakut dengan penerapan sistem pendidikan yang ada, yakni isu desentralisasi kurikulum K-13, pergantian kurikulum, mosi finalnya Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dianggap tidak menjadi tolok ukur kelulusan peserta didik.

Sementara itu, ketua Devisi Pendidikan IPPMAS, Saleh Titapele menambahkan, dengan belajar berdebat yang baik dan benar, serta mengikuti berbagai lomba debat, siswa bisa terlibat aktif dalam suasana intelektual dan ilmiah.

“Debat yang sehat mampu meningkatkan kemampuan dan melatih penalaran siswa dalam bidang keilmuan untuk bertukar pendapat dan pemikiran, serta mewadahi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dalam berkomunikasi secara lisan.” Pada umumnya, debat yang diawali dengan presentasi di depan kelas, kemudian diikuti dengan debat akan efektif untuk mendorong siswa berpikir mengenai berbagai sisi yang berkaitan dengan topik, terutama terkait dengan sistem penerapan pendidikan saat ini. “Dengan begitu, dapat mengasah pemahaman yang lebih kuat. Perbedaan pendapat lumrah terjadi dalam suatu debat,” jelasnya. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top