HUKRIM

SMK 2 Ambon Dibobol Maling

RakyatMaluku.com – AKSI pembobolan di sekolah kembali terjadi di Kota Ambon. Kali ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ambon, yang terletak di Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, dimasuki pencuri, Selasa, 17 Juli, dini hari.

Akibatnya, uang milik sekolah berjumlah Rp3.500.000, yang disimpan dalam laci meja kantor, dibawa orang tak kenal (OTK). Kasus ini kemudian dilaporkan pihak sekolah ke polisi untuk diusut tuntas.

Kapolsek Teluk Ambon Ipda Julkisno Kaisupy mengatakan, awal mula diketahui kalau sekolah dimasuki pencuri, setelah salah satu guru mendatangi sekolah tersebut. Guru itu masuk dan naik ke lantai II. Waktu di lantai atas, dia melihat enam pintu ruang terbuka. Lantai itu terdapat ruang Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kantin, ruang praktek, ruang Komite, dan satu ruang kecil, sudah terbuka. Lanjut Kaisupy, sang guru pun melaporkan kasus ini ke polisi, untuk diselidiki.

“Jadi SMK 2 dibobol maling. Pencuri hanya mengincar uang saja dan berhasil membawa kabur uang senilai Rp3.500.000. Kenapa kami menduga mengincar uang, karena barang berharga seperti laptop, komputer dan barang-barang berharga lainnya dalam brankas, tidak diambil,” ucap Kaisupy kepada Rakyat Maluku via selulernya, kemarin.

Untuk mengungkapkan pencurian, polisi akan memeriksa saksi, baik pihak sekolah, di mana mereka merasa dirugikan karena kejadian ini maupun saksi lain yang mengetahui peristiwa terjadi.

“Setiap raungan dibuka pencuri dengan cara pintu dicongkil atau dirusaki. Kita sudah periksa 2 saksi. Kita juga akan periksa saksi-saksi lain. Kasus ini masih kita selidiki,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, mantan Kapolsek Elapaputi, meminta kepada setiap sekolah agar mengaktifkan security. Adanya Security dapat meminimalisir aksi pencurian di sekolah.

“Ini kan masih dalam kondisi sekolah belum begitu aktif. Saya minta setiap sekolah bisa mengaktifkan security sehingga tidak ada lagi aksi-aksi pencurian di sekolah,” pesannya.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma mengatakan, pencuria naik ke lantai II sekolah tersebut. Di atas, dia membuka setiap pintu. Pintu dibuka dengan cara dicongkel. Setelah memeriksa satu persatu dari enam ruangan yang ada, OTK itu pun masuk ke dalam ruang Wakasek.

“Pelaku naik ke lantai dua dan masuk di enam ruang yang ada. Ada brankas tapi tidak ada uang. Dan diduga pelaku mengambil uang dari ruang Wakasek,” jelasnya kepada Rakyat Maluku, kemarin.  (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top