NEWS UPDATE

Soedeson Tandra Prihatin Dengan Penyitaan Sopi

Soedeson tandra

CALON anggota DPR RI dari Partai Hanura, Soedeson tandra mengaku prihatin dengan penyitaan sopi yang adalah hasil produksi home industri yang sudah ada sejak tete nene moyang di Maluku.

Kepada Rakyat Maluku, Tandra katakan, pemerintah seperti menutup mata terhadap persoalan ini. Padahal, dari sopi banyak orang bisa dibiayai hingga menamatkan sekolah di tingkat tinggi sekalipun.

”Sopi ini khan minuman adat sejak tete nene moyang kita ada. Di daerah-daerah lain, minuman tradisional mereka sudah dilegalkan dan dipasarkan sampai ke luar daerah. Di Menado ada cap tikus, demikian juga NTT. Masah di Maluku ini tidak bisa,” kata putra Tanimbar yang berprofesi sebagai advokat di Jakarta ini.

Dulu, lanjut dia, dengan sopi, pertikaian sehebat apapun bisa diselesaikan dengan damai, karena itu adalah minuman adat, karena itu sopi perlu dilestarikan dengan cara mengaturnya agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif.

”Coba ditetliti, setahun berapa kali orang melakukan tindak pidana kriminal karena sopi. Itu karena belum ada aturannya. Sopi masih dijual dengan cara sembunyi-sembunyi. Mereka main kucing-kucingan dengan aparat keamanan,” tambahnya.

Hanya saja, Tandra mengingatkan agar aparat keamanan tidak harus melakukan swiping sampai ke tempat penyulingan sopi karena rata-rata mereka yang memproduksi menggantungkan hidup dari mata pencaharian ini.

Ia juga mengaku sering mendengar bahwa ada upaya untuk membuat perda sopi agar bisa dipasarkan bebas di Maluku tetapi hingga kini belum ada realisasinya sama sekali. 

Karena itu pula, Tandra mendorong agar ada perhatian khusus dari pemerintah dan legislatif di daerah ini untuk mendorng agar minuman sopi bisa dilegalkan dengan aturan-aturan khususnya.

”Ya kalau dilegalkan, lalu kemudian ada industrinya, atau misalnya para petani yang melakukan penylingan diberikan alat sehingga kadar alkoholnya bisa diatur dengan tingkat tertentu dan konstan, saya yakin, bisa menambah inkam bagi daerah dan masyarakatpun bisa mendapat tambahan penghasilan yang lulmayan,” demikian Soedeson Tandra. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top