OPINI

Sopi, Adat Dan Agama

Oleh : Imam Musonef S.Ag, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Ambon 

Wacana masyarakat untuk mendorong pemerintah agar  melegalkan minuman sopi telah meramaikan media sosial dalam tiga hari terakhir ini di kota Ambon. 

Mengemukannya isue ini tak lepas dari viralnya berita tentang kebijakan gubernur NTT Victor Laiskodat yang telah menjadikan sopi sebagai minuman legal di daerahnya. Sopi yang katanya menjadi minuman khas dan budaya NTT itu diberi nama sopia sekaligus sebagai brand lokal baru berjenis miras.

Untuk mengokohkan pendapatnya bahwa sopi itu minuman yang layak di konsumsi publik dan bukan minuman yang tabu dan dilarang adalah dengan menggunakan instrumen bahasa “adat” yang telah diwariskan oleh nenek moyang, dengan meramu kata adat akan terciumlah aroma sakralnya. Bahkan bumbu pendapat bahwa keberadaan minuman sopi akan menggeliatkan kehidupan masyarakat harus dilestarikan. Legalnya sopi dipandang akan mendongkrak perekonimian masyarakat. Soal dampak buruk sopi menurut mereka menjadi urusan lain yang berbeda dan tentunya dapat diatur regulasinya oleh pemerintah melalui perda.

Sebenarnya wacana minuman sopi untuk dilegalkan sudah sangat lama, berbagai kajian dan seminar telah melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi serta pemuka agama. Namun hal itu kandas pada wacana, tidak mampu kemudian menekan pemerintah atau DPR hingga gool sebagaimana yang terjadi di NTT. 

Untuk bisa di pahami saksama tentang bagaimana  pandangan agama khususnya Islam maka saya akan menggunakan dalil-dalil agama dengan bersumber pada kitab suci Alquran dan hadits. Terkait dengan dua landasan itu ummat Islam tidak ada yang berbeda pendapat bahwa miras termasuk di dalamnya sopi adalah minuman haram yang dilarang dikonsumsi. Untuk itu ketika ada seorang muslim mengingkarinya, apalagi ikut memberikan atau membolehkan maka ia telah dianggap kafir karena tidak percaya pada firman Tuhannya. Alquran adalah firman Aallah dan merupakan salah satu dari enam rukun iman. Jika salah satu rukunnya tidak di percaya maka akan membatalkan imannya. 

Namun untuk yang non muslim, dalil Alquran dan hadits cukup sebagai informasi atau pengetahuan bahwa dalam Islam miras dan apapun namanya hukumnya haram. Jika dilanggar maka pelakunya akan terkena hukum dosa. Dan dosa itu tidak cukup bagi yang menkonsumsi saja namun yang memproduksi, menjual dan yang melegalkan, semua terkena berdosa. 

Berikut landasan dalil-dalilnya.

Firman Allah dalam surat Almaidah ayat 90. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. [Al-Mâidah/5:90].

Bahkan orang yang meminum minuman keras adalah orang yang telah dipengaruhi syaitan, sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Almaidah ayat 91 disebutkan.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allâh dan dari shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu). [ Al-Mâidah/5:91]

Dalam hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Dan setiap khamer haram dan setiap yang memabukkan adalah haram [HR. Muslim no.2003].

Tidak di ragukan lagi bahwa sopi termasuk khamer yakni minuman yang memabukkan. Karena itu diminum dengan jumlah sedikit atau banyak, berdampak mabuk atau tidak maka hukumnya tetap haram.

Untuk itu pemerintah dan lembaga yang berwenang harus bijak dalam menyikapi isue legalitas sopi ini, jika tidak maka potensi  gesekan masyarakat yang sama-sama tidak kita inginkan bisa saja terjadi.

Sebagai pegiat dakwah dan kerukunan antara ummat beragama saya menghimbau kepada pemerintah dan juga masyarakat agar mengedepankan persatuan dan kerukunan daripada materi dan kesenangan yang justru seringkali menjadi pemicu konflik. Biarlah sopi yang selama ini dilarang bebas beredar tetap demikian adanya. Jangan ikut-ikutan daerah lain yang telah melegalkan miras. (***)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top