NEWS UPDATE

Suara Edison Betaubun Mulai Digeser Ke Marleen Petta

KASUS pertemuan di Hotel Mutiara antara Edison Betaubun dengan puluhan Kepala Desa asal Kabupaten Seram Bagian Barat yang diusut Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Maluku ternyata mempengaruhi situasi politik di Partai Golkar.

Sumber resmi di internal DPD Golkar Maluku mengaku, dugaan tindak pemilu yang melibatkan Edison Betaubun Caleg Golkar untuk kursi DPR telah mengubah arah politik Golkar.

Konsulidasi partai saat ini lebih diarahkan ke pemenangan Marlen J. Petta, kader Golkar yang cukup berpengaruh di tingkat DPP Golkar. 

“Pak Edison sendiri yang arahkan ke Marlen J. Petta,” ujar salah satu petinggi DPD Golkar Maluku kepada RakyatMaluku.com, kemarin.

Menurut sumber itu, keputusan untuk mengalihkan pemenangan Golkar ke Marleen J. Petta adalah pilihan yang sulit namun Golkar tak ada pilihan lain sebagai konsekwensi politik agar Golkar tak kehilangan kursi di DPR-RI.

Pilihan ke Marleen J Petta juga berdasarkan kedekatan emosional antara Edison Betaubun dan Marleen J. Petta.

“Ada hubungan baik antara Pak Edison dan Ibu Marleen, sekarang sudah diarahkan,” beber sumber tersebut yang menambahkan kasus pertemuan Edison Betaubun dengan para kepala desa itu menyita waktu yang cukup panjang dan akan mengganggu konsulidasi partai golkar sehingga perlu ada upaya penyelamatan suara golkar. 

” Pak Edison sendiri sudah merasa kali ini beliau tak lagi mendapatkan suara cukup seperti yang lama, ditambah lagi kasus ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada Pileg tahun 2014, Partai Golkar mendapatkan jatah satu kursi di Senayan dan itu diduduki Edison Betaubun. Kemudian wakil dari PDIP, Gerindra dan PKB.

Total suara Partai Golkar dari Maluku 162.349.  Edison sendiri memperoleh 58.765 suara.

Waktu pleno di KPU Maluku terjadi perdebatan panjang terkait satu kursi dari golkar, awalnya KPU menetapkan nama Hamza Sangadji mewakili Golkar ke Senayan, namun kemudian terjadi perubahan ketika permintaan beberapa saksi agar ada hitung ulang suara suara calon DPD RI atas nama La Ode Salimin dan Hamid Rahayaan. 

Kemudian hitung ulang suara Golkar. KPU kemudian menetapkan Edison Betaubun dan menetapkan Novita Anakotta sebagai kursi terakhir DPD-RI.

Kini setelah menjadi anggota DPR dan mencalonkan diri sebagai Caleg DPR-RI, Edison Betaubun kembali terjerat kasus pidana pemilu karena melakukan pertemuan dengan para kepala desa. 

Kasus yang sedang diusut Gakkumdu ini telah memasuki babak penyidikan. Penyidik dari Direskrimum Polda Maluku bahkan telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Tinggi Maluku tertanggal 22 Februari 2019.

“Di SPDP (Edison Betaubun) masih sebagai terlapor karena saat ini kita masih periksa saksi-saksi,” akui Direktur Reserse Kriminal Umum Kombespo Antonius Wantri kepada Rakyat Maluku, Rabu, 27 Februari 2019. 

Adapun mengenai penetapan tersangka belum dilakukan, penyidik masih berada di Pulau  Seram untuk mengumpukan keterangan para saksi. (ARI/AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top