NEWS UPDATE

Survei SDI, SANTUN Menang Di Pilkada Maluku

RakyatMaluku – PILKADA Maluku 2018 ting­gal menghitung hari, berbagai lembaga survei pun merilis pe­luang para pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk menduduki kursi Maluku 1 dan 2.

Menariknya, dari rilis sur­vei tersebut, mayo­ritas lembaga survei menun­juk­kan bahwa pasangan calon Gu­bernur dan Wa­kil Gubernur Maluku, Said Assagaff- Andareas Rentanubun (SAN­TUN) berpeluang menang da­­lam pesta demokrasi di Ma­luku 2018 ini.

Rilis survei terbaru kali ini dilakukan Sinergi Da­ta In­donesia (SDI), dan me­nun­jukkan mayoritas masyarakat Maluku masih menginginkan peta­hana Said Assagaff me­mimpin Maluku lima tahun lagi daripada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gu­bernur Maluku.


“Hasil survei yang kami la­kukan menunjukkan bahwa pasa­ngan SANTUN masih unggul dan masih teratas dari pilihan pemilih. Jarak antar kandidat 9-10 %,” ungkap Direktur Eksekutif SDI Barkah Pattimahu, dalam konferensi pers dan diskusi bertema “Dinamika Pilkada Maluku di Tengah Harapan Netralitas TNI-POLRI” di Restoran Bumbu Desa, Cikini Raya No.72 Jakarta Pusat, Kamis 21 Juni 2018.

Menurut Barkah, berdasarkan hasil survei lem­baganya, jika Pemilukada dilakukan hari ini maka pasangan SANTUN kian meroket dengan dukungan 35.00 persen, urutan kedua ditempati pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Herman A. Koedoeboen (HEBAT) dengan dukungan 26.17 persen. Sementara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Banabas Orno menempati posisi buncit dengan dukungan 25.33 persen.

“Jika Pemilukada dilakukan hari ini maka pasangan SANTUN masih memimpin klasemen Pilkada Maluku dengan elektabilitas 35.00 persen,” bebernya.

“Pemilih ang menginginkan petahana Said Assagaf untuk kembali menjabat mencapai diatas 35.00 %,” terang dia lagi.

Lalu apa yang menyebabkan SANTUN unggul dari dua pasangan calon lainnya? Barkah mengungkapkan, berdasarkan hasil survei ada empat alasan sehingga petahana Said Assagaff masih unggul. Yakni popu­laritas Said Assagaff masih tertinggi yakni 91,83 persen dari calon lainnya dan memiliki kesukaan 79,86 persen.
“Popularitas Said Assagaf diatas 90 %, calon lain masih dibawah 80 %. Kesukaan Said Assagaf masih diatas kompetitor,” jelasnya.

“Dikenal dan disukai merupakan kunci sese­orang menang dalam Pilkada,” kata dia lagi.

Faktor lain yang membuat Said Assagaf unggul, yakni mayoritas publik Maluku merasa puas dengan kinerja dan kepemimpinannya yang mencapai 70.34 persen. Dan hampir 30 persen pemilih mengaku kurang puas.

“Jika kepuasan dan keberhasilan incumbent atau petahana di atas 50 persen maka incumbent tersebut berpeluang besar untuk terpilih kembali,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemilih mengaku puas/sangat puas dengan tata kelola pemerintahan di Provinsi Maluku yang mencapai 77 persen. Dan 54.34 persen pemilih menyebut pemerintahan Provinsi Maluku sekarang sudah bersih dari praktek suap dan korupsi.

Dia melanjutkan bahwa publik Maluku juga puas terhadap kinerja Pemerintah Provinsi dalam berba­gai aspek yakni, keamanan, pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi darat, komunikasi, fasilitas umum, transportasi laut, jaringan listrik dan infrastruktur jalan. Hasil survei nilai kepuasan aspek-aspek tersebut masih diatas 50 persen hingga 90 persen.

“Terakhir adalah kepuasan terhadap aspek pem­bangunan. Semua aspek pembangunan dinilai positif diatas 50 persen,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei SDI jelamg perhelatan Pilkada Maluku 2018 dilakukan pada tanggal 7-15 Juni 2018. Survei tersebut dilakukan kepada 800 responden dengan margin of error sekitar 3.8 % dan metode penarikan sampel digunakan dengan multistage random sampling sementara teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kue­sioner. (RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top