NEWS UPDATE

Syarif Hadler Belum Peroleh Surat Pemberhentian Novan Liem Cs

Syarif Hadler

RakyatMaluku.com – KONFLIK internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di ting­kat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ambon sejak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Ambon hingga Pilgub Maluku yang baru selesai pada 27 Juni 2018 lalu sampai kini masih berlanjut.

Imbas dari kedua momentum politik tersebut kemudian berlanjut pada tahap pengusulan nama bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam meng­hadapi pe­milihan legislatif (Pileg) yang akan digelar pada 2019 mendatang.

Dimana, salah satu kadernya yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Taha Abubakar, tidak ada dalam daftar bacaleg PPP Kota Ambon karena ada dugaan dianggap sebagai lawan oleh kubu ketua DPC PPP Kota Ambon Novan Liem secara internal.

Secara defacto, memang tidak ada dualisme kepengurusan atau kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku. Tetapi secara internal, terdapat dua kubu di PPP Maluku, yakni kubu Ketua DPW PPP Maluku, Syarif Hadler dan juga kubu Rovik Akbar Afifudin.

Novan Liem merupakan ketua DPC PPP Kota Ambon yang berada pada barisan Syarif Hadler, sementara anggota DPRD Kota Ambon Taha Abubakar berada di kubu Rovik. Lantaran berbeda barisan perjuangan itulah diduga Taha Abubakar sengaja dilengserkan dari daftar bacaleg PPP Kota Ambon. Padahal, sesuai petunjuk pelaksana dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), wajib untuk anggota DPRD itu masuk dalam bakal calon.

Akibat dicoretnya Taha Abubakar dari Bacaleg PPP Kota Ambon, DPP PPP mengeluarkan SK Nomor: 401/SK/DPP/C/VII/2018 tentang pem­ber­hentian Ketua, Sekretaris dan Bendahara dan penunjukkan pelaksana tugas (Plt) Ketua, sekre­taris dan Bendahara DPC PPP Kota Ambon masa bakti 2016-2021.

Novan Liem dalam berita sebelumnya mengaku telah mengetahui SK pemberhentian terhadapnya. Namun dirinya secara resmi belum mengantongi SK DPP tersebut. Dia juga mengaku tidak ingin berpolemik terkait SK tersebut.

“Sebagai kader, saya siap turun dari jabatan selaku ketua DPC PPP Kota Ambon sesuai instruksi DPP. Bagi saya, apa yang terjadi saat ini adalah dinamika politik yang tak perlu dipolemik. Apalagi saat ini sedang diperhadapkan dengan persiapan Pileg 2019, maka yang harus dipikirkan itu adalah memenangkan Pemilu 2019 mendatang,” ujar Novan Liem beberapa hari lalu.

Sementara itu, terhadap dikeluarkannya SK pemberhentian tersebut, kemudian tersebar informasi bahwa Ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler akan mengundurkan diri dari Ketua DPW PPP Maluku pasca SK pemberhentian terhadap Novan Liem Cs dari jabatan ketua, sekretaris dan bendahara dan ditunjuk Plt Ketua, sekretaris dan bendahara baru.

Syarief Hadler yang di konfirmasi Rakyat Maluku di Balai Kota Ambon terhadap SK DPP tersebut, enggan memberikan komentar, dan mempersilahkan ditanyakan ke DPP karena dirinya belum mendapat salinan surat teserbut.

“Saya belum tahu informasi itu, silahkan tanyakan ke DPP karena saya belum mendapatkan salinan,” ujar Syarif Hadler, Kamis 26 Juli 2018.

Menyinggung soal informasi pengunduran dirinya sebagai ketua DPW PPP Maluku jika benar Novan Liem Cs diberhentikan DPP, Syarief Hadler menghindar untuk menjawab lebih detail.

“Belum. Saya belum keluarkan pernyataan pe­ngun­duran diri dari Ketua DPW PPP Maluku. Selanjutnya, tanyakan saja ke DPP. Saya tidak tahu itu,” tegasnya. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top