Uncategorized

Tagana dan Tim KAT Kemensos Kunjungi Warga Mausu Ane

RakyatMaluku.com – TIM Kementerian Sosial RI mengunjungi warga Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, guna memastikan kondisi kehidupan yang mereka alami selama ini. Tiba yang tiba di Kota Ambon pada Kamis 26 Juli 2018 kemarin, langsung menuju Kota Masohi, Malteng, dan selanjutnya menuju pertinggal warga Mausu Ane.

Kunjungan ini sebagai respon cepat terhadap laporan warga atas kondisi masyarakat yang mendiami hutan Pulau Seram tersebut.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat, mengatakan, kedatangan tim dari Kemensos untuk mengidentifikasi kesehatan warga, mendata keluarga korban meninggal, menyusun kronologi kejadian, menyalurkan bantuan logistik, serta mengidentifikasi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang mereka.

“Posko terpadu yang berada desa Maneo Rendah merupakan pusat koordinasi lintas sektor sekaligus titik menurunkan berbagai bantuan untuk disalurkan ke warga Maneo,” ujar Harry.

Tim dari Kemensos berjumlah tujuh orang, terdiri dari beberapa unit kerja yakni Komunitas Adat Terpencil (KAT), Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, dan Pusat Penyuluhan Sosial. Ditambah personel dari Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Ikut dalam rombongan tersebut juga dari personel TNI, Polri, BPBD Maluku, berbagai unsur relawan, serta Kepala Desa Morokai yang bertindak sebagai penerjemah bahasa lokal setempat.”

Dia menjelaskan, Menteri Sosial selalu tekankan bahwa apabila terjadi bencana warga terdampak harus mendapat prioritas utama penanganan, maka untuk jangka pendek bantuan logistik sudah disalurkan oleh tim TAGANA Provinsi Maluku bersama dinas sosial setempat. “Langkah ini merupakan bantuan jangka pendek.”

Bantuan yang telah disalurkan berupa 1 ton beras, 190 lembar matras, 270 lembar selimut, 35 paket mainan untuk anak-anak, 60 paket untuk lansia, 45 paket perlengkapan bayi, 90 paket lauk pauk, peralatan dan perlengkapan memasak (panci, wajan, piring, gelas), 45 unit tenda gulung.

“Bantuan logistik dari Kementerian Sosial sudah mulai dibagikan. Kami juga meminta Petugas KAT dari Pusat dan Tagana untuk membimbing dan membantu warga dalam mengolah makanan seperti beras dan lauk pauknya.”

Untuk jangka menengah, Kemensos akan memberikan santunan bagi anggota keluarga yang meninggal dan mengidentifikasi jumlah mereka untuk mendapatkan bantuan pangan tanggap darurat selama tiga bulan berupa makanan pokok. Sementara untuk jangka panjang, akan dilakukan penjajakan terhadap pelaksanaan Program Pemberdayaan KAT.

“Kami berharap, koordinasi lintas sektor dalam penanganan masyarakat setempat itu tetap terjaga secara baik,” simpul dia. (R1)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top