NEWS UPDATE

Tangki Pertamina Di Wayame Bocor, Warga Berebutan Minyak Tanah

RakyatMaluku.com – SALAH satu tangki penampung bahan bakar minyak di penampungan minyak Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame Keca­matan Teluk Ambon Kota Ambon, Rabu 15 Agustus 2018, mengalami kebocoran.

Alhasil Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah tumpah keluar dan mengaliri sekitar lokasi TBBM di Wayame dan menjadi rebutan warga. Awalnya setelah mendengar ada tum­pahan BBM, warga di Desa Waeyame berbondong-bondong ke lokasi tumpahan tersebut dengan membawa jerigen untuk me­ngambil minyak tamah gratis.

Namun beberapa saat kemudian sejumlah warga daerah luar desa Wayame juga datang memangambil minyak tanah gratis itu. Dari informasi yang diperoleh koran ini, menyebutkan tumpahan minyak tanah ini pertama kali diketahui Rodea Maukari. Gadis yang masih berusia 12 tahun ini menuturkan bahwa ia sedang mengupas sayur dalam rumah.

Di saat mengupas sayur, Rodea menyium bauh minyak tanah, dan dirinya penasaran, sehingga mencari asal bauh tersebut. Setelah keluar rumah, dia melihat minyak tumpah dari pipa, karena itu dia memanggil orang tuanya dan mereka langsung menadah tumpahan minyak itu menggunakan jerigen.

“Beta (saya, red) sedang kupas wortel di dalam rumah, beta cium bauh minhak tanah, setelah beta cek di belakang rumah, ada minyak tumpah dari pipa. Beta dan keluarga ambil jerigen dan timba minyak,” tuturnya kepada wartawan, kemarin.

Usai mengisi semua jerigen dengan minyak tanah, lanjut dia, baru mereka menyampaikan ke tetangga lainnya. Para tetangga yang di sekitat depot, beramai-ramai mendatangi lokasi tersebut untuk mengambil minyak tanah.

Kabar tumpahan minyak ini menjadi buah bibir di masyarakat, sehingga warga yang ada di kawasan Kecamatan Teluk Ambon, ramai-ramai menuju lokasi itu untuk mengambil minyak tanah.

“Beta ambel sekitar jam 11.00 WIT. Ada 9 jerigen yang beta isi minyak,” kata Wia, warga setempat kepada Rakyat Maluku.

Hal yang sama dikatakan Anco. Warga Dusun Taeno, Desa Wayame, mengatakan kalau ia mengetahui adanya tumpahan minyak ketika dia turun dari mobil angkutan kota (Angkot). “Beta tau minyak ini saat beta turun dari Angkot. Beta kemudian naik ke Taeno, dan ambil jerigen dam turun menimbah minyak di pantai,” ujarnya.

Pantauan Rakyat Maluku di TKP, ribuan warga berbondong-bondong menimbah minyak di Kali Taheng.

Masyarakat berjejer sepanjang kali. Lebar kali sekitar 10 meter. Ada yang membawa jerigen berukuran 5 sampai 40 liter, juga ember. Tidak saja di kali, di pantai pun warga menimbah tumpahan minyak.

Menanggapi hal ini Unit Manager Communi­cation dan CSR PT Pertamina (Persero) Marke­ting Operation Region VIII Eko Kristiawan menyampaikan bahwa terjadi phasing (rembesan) minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Ambon, Rabu 18 Agustus 2018. Menurut Eko rembesan terjadi akibat pengeringan valve di jalur pipa intertank Avtur yang menyebabkan genangan minyak, namun hal tersebut tidak terjadi terlalu lama.

Tangki 07 Avtur tersebut sebenarnya dalam posisi off karena ada pekerjaan tank cleaning. Menurut Eko, setelah diketahui langsung diambil langkah-langkah penanggulangan agar minyak tersebut tidak keluar lagi. Eko menjelaskan genangan minyak yang terjadi telah disedot dengan vacuum truck dan ditransfer ke mobil tangki. Di jalur air keluar dari terminal BBM juga telah dilakukan recovery dengan oil spill dispersant.

“Saat ini sedang dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” kata Eko dalam siaran pers yang diterima Harian Rakyat Maluku, tadi malam.

Eko mengatakan selang 1 jam kemudian tumpahan minyak telah berhasil diantisipasi dan dipastikan tidak ada pencemaran ke lingkungan masyarakat. Pengamanan dan pengawalan di TBBM Wayame juga sudah dilakukan oleh BLH Provinsi Maluku dan aparat Kepolisian. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top