OLAHRAGA

Tekad Mantan Petinju Binaan Kuba Bangkitkan Sasana Tinju di Maluku

David Isikiwar dan atlet-atlet tinju Maluku

SIAPA tak kenal David Isikiwar? David adalah satu satu atlet tinju nasional yang pernah menimba ilmu pertinjuan di Kuba. Dari Maluku juga ada Bara Gommies, putra Wiem Gommies, Mekson Barataman dan Alberto Alfons yang sama-sama pernah menimbu ilmu adu jotos di salah satu Negara di benua Amerika itu.

David adalah peraih emas kelas 64 Kg Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI-2004 Sumatera Selatan, emas kelas 69 PON XVII-2008 Kalimantan Timur, dan perak kelas 75 kg PON XIX-2016 Jawa Barat. Selepas PON Jawa Barat, pria berdarah campuran Tanimbar dan Kisar ini banting setir menjadi pelatih. Apa tujuan David menjadi pelatih di Sasan Bhara sakti yang didirikannya?

’’Prinsipnya saya ingin bangunkan bibit-bibit atlet-atlet tinju dari sasana-sasana yang berprestasi untuk Maluku walaupun sudah tidak ada lagi kejuaraan-kejuaraan atau pertandingan-pertandingan di daerah, ’’ tekad David ketika diwawancarai RakyatMaluku.com

David mengaku prihatin akibat ketidakpedulian KONI Maluku dan para pemangku kepentingan menyebabkan banyak sasana-sasana yang ditutup dan bubar dengan sendirinya.

“Akibat kurangnya perhatian pemerintah dan KONI Maluku kepada sasana-sasana yang menciptakan atlet-atlet berprestasi untuk Maluku, akhirnya sasana-sasana di kota Ambon yang pada zaman saya sangat banyak yang mati atau bubar,’’ kata dia.

Tak hanya itu, terang David, jerih payah dan pengorbanan pelatih-pelatih juga kerap tak dipedulikan para pemangku kepentingan, sehingga banyak yang kecewa dan ada yang memilih hengkang ke daerah-daerah lain di Tanah Air.

“Pelatih dari sasana-sasana tidak dihargai jerih payah dan pengorbanan mereka. Ketika para pelatih menciptakan atlet-atlet berprestasi untuk Maluku mereka tidak dipakai , tetapi justru orang-orang yang tidak punya atlet-atlet dipakai,’’ bebernya.

Namun bertekad membangkitkan lagi sasana-sasana tinju di Ambon, David dan beberapa mantan petinju mulai mengaktifkan lagi pembinaan di sasana masing-masing. “Kita sudah jalan hampir setahun ini untuk membangun sasana-sasana yang ada. Setiap akhir pekan kita kumpul untuk uji coba petinju-petinju binaan kita masing-masing,’’ pungkasnya. (ROS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top