NEWS UPDATE

Tembak Bocah 8 Tahun, Gustaf Nendissa Ditetapkan Tersangka

SALAH seorang PNS pada Dinas Kehutanan Pemerintah Kota Ambon, Gustaf DS Nendissa, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan menggunakan senjata   angin terhadap GFL bocah 8 tahun.

Penetapan ASN Pemkot Ambon  itu sebagai tersangka setelah polisi mendapatkan bukti kalau Gustaf Nendissa benar telah melakukan aksi tersebut.

“GDSN (PNS Pemkot Ambon) telah di tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, Kamis, 21 Februari 2019. 

Menurut Kaisupy, atas perbuatannya itu, Gustaf Nendissa, dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak

Pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang  Perlindungan Annak dan Pasal 351 KUHPidana.

Seperti diberitakan koran ini, sebelumnya, GFL (8) mengalami luka setelah ditembak seorang PNS pada Dinas Kehutanan Kota Ambon Gustaf DS Nendissa.

Siswa kelas II Sekolah Dasar ini dibidik dan mengenai  lengan kanan  menggunakan  senapan angin ketika dia mengambil buah mangga di pekarangan rumah pelaku di Gunung Nona, Selasa 19 Februari 2019. 

Kasus ini dilaporkan ke Polres Pulau Ambon dan Pp Lease oleh ibu korban, An Louhenapessy. 

An menuturkan, dia baru mengetahui anaknya ditembak setelah pulang ke rumah.  

“Saya tahu saat pulang ke rumah jam 3 sore. Saat itu saya balik ke rumah ngambil uang untuk beli si kecil bahan-bahan ujian,” tutur An kepada wartawan di Polres Ambon, Rabu, 20 Februari 2019. 

Pasca kejadian, lanjut An, persoalan tersebut hendak diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, pelaku menolak.  

Setelah dilaporkan ke polisi, barulah pelaku menyuruh keluarganya datang untuk mengajak berdamai.

Nelson Louhenapessy, ayah korban mengatakan, usai dilaporkan, polisi dan istrinya langsung membawa anaknya GFL ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk visum. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top