NEWS UPDATE

Terbukti Cabuli Bocah Penjual Pisang Goreng, Warga Passo Divonis 10 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana pen­jara kepada terdakwa Julius Makin (57), warga Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, selama 10 tahun, dan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, terdakawa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap bocah penjual pisang goreng yang masih berumur 12 tahun.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Julius Makin terbukti melanggar Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” ucap Ketua Majelis Hakim Jeny Tulak, didampingi dua hakim anggota, Hamza Khailul dan Amaye M. Yambeyapdi, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Rabu, 5 September 2018.

Terhadap putusan yang mengabulkan seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon itu, pihak JPU maupun pihak Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Dino Huliselan SH, sama-sama menyatakan pikir-pikir. Selanjutnya Ketua Majelis Hakim Jeny Tulak memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada kedua pihak untuk segera menyatakan sikap, apakah menerima ataukah menolak putusan majelis hakim itu.

Usai sidang, PH terdakwa Dino Huliselan SH, kepada koran ini menjelaskan, perbuatan bejat yang dilakukan terdakwa berawal ketika saksi korban yang saat itu sedang berjualan pisang goreng dan lewat di depan rumah terdakwa di kawasan Transit Passo.

Terdakwa kemudian memanggil saksi korban untuk masuk ke dalam rumah terdakwa dengan alasan ingin membeli pisang goreng. Ketika saksi korban berada di dalam rumah terdakawa, terdakawa langsung melucuti celananya dan mencabuli saksi korban secara paksa disertai ancaman.

“Jadi, setelah korban pulang ke rumahnya, ibu kandung korban kaget dan curiga melihat ada tanda bekas merah pada leher korban. Saat ditanya, saksi korban akhirnya menceritakan perbuatan terdakwa. Dan ibu korban akhirnya melaporkan perbuatan terdakwa ke Polres Ambon untuk di proses hukum,” jelas Dino. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top