Uncategorized

Tete Os Di Bursel Tega Cabuli Balita 3 Tahun Di Hadapan Balita 4 Tahun

Ilustrasi

PERBUATAN biadab dilakukan seorang kakek  berinisial KF atau disapa Tete Os (60) di Desa Air Ternate, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang tega mencabuli  Bunga (nama samaran) balita berusia 3,8 tahun di hadapan teman bunga  NM (4), di rumah pelaku di Desa Air Ternate, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan.

Kasus pencabulan oleh Tete Os itu terbongkar setelah orang tua korban WN  mendatangi Polsek Kepala Madan, 27 Maret 2019 lalu.

Ibu korban mengadukan Tete Os yang tega mencabuli anaknya, yang terjadi empat hari sebelumnya, yakni pada hari Sabtu 23 Maret 2019 sekira pukul 13.00 WIT.

Korban dicabuli dihadapan temannya NM di kamar depan rumah pelaku di Desa Air Ternate, Kecamatan Kepala Madan.

Dikisahkan, sebelum peristiwa naas itu terjadi, Bunga dan NM diajak oleh WN mandi di bak penampungan air bersih. 

Usai mandi, Bunga dan NM disuruh pulang duluan ke rumah. Saat melintas di depan rumah Tete Os, kedua bocah ini diajak masuk dan diberi makan oleh pelaku. Keduanya ikuti ajakan karena kenal dengan pelaku yg dipanggil Tete Os.

Saat berada di dalam rumah itu, kakek tua yang sudah ‘bau tanah’  ini bukan hanya memberi makan kedua bocah yang masih di bawah lima tahun ini, tapi ia mulai berbuat bejat pada Bunga.

Bunga yang tidak tahu apa-apa menurut saja saat tubuhnya diraba-raba kakek bangkotan ini. 

Tak cukup sampai di situ, Tete Os tega mempreteli celana korban dan melalukan pencabulan.

Semua perbuatan bejat itu disaksikan NM. Saking asyiknya mencabuli korban, Tete Os tidak sadar kalau NM sudah berlalu dari rumahnya.

Ternyata bocah NM yang sudah pandai berbicara ini pergi melapor ke ibu Bunga. “Bunga (disamarkan, red) mama, Bunga ada di dalam rumah Tete Os. Ada makan di dalam kamar dan Tete Os  pegang Bunga punya panta deng kemaluan,” cerita bocah polos ini.

Mendengar kabar itu, ibu korban lantas bergegas ke rumah Tete Os.  Dia mendapatkan anaknya di depan pintu kamar sudah tidak menggunakan celana dan celana anaknya didapat di dalam kamar depan.

Saat ibu korban mengajukan protes, lelaki bejat ini justru mengelak. Bahkan dia sempat mengata-ngatai  korban dan temannya sebagai anak durhaka.

Tak mau keributan panjang di rumah pelaku, akhirnya Bunga dan saksi NM dibawa pulang. Namun saat memandikan Bunga, bocah lugu ini mengaku sakit di bagian kemaluan.

Kepada ibunya, ia bercerita sama seperti yang diceritakan temannya NM.

“Mama beta punya kemaluan padis. Tadi katong ada makan di Tete Os. Tarus Tete Os ada pegang beta punya panta dan kemaluan,” beber korban kepada ibunya.

Akhirnya, orang tua bunga  pergi ke Polsek Kepala Madan dan melaporkan tindakan pencabulan itu.

Masalah ini diteruskan dan diambil alih PPA Satreskrim Polres Pulau Buru.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai, yang didampingi Kapolsek Kepala Madan, Ipda Zainal kepada wartawan, Senin 1 April 2019 membenarkan kejadian pencabulan itu.

Menurut Ipda Dede, bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pulau Buru telah membawa  korban untuk diperiksa dan sekaligus diambil visum.

Bukti visum, menguatkan telah terjadi dugaan pencabulan oleh Tete Os alias KF, karena pada alat vital korban ada ditemukan luka robek yang mulai mengering.

Aku Dede, penyidik di PPA Satreskrim Polres Pulau Buru telah memeriksa orang tua korban dan juga korban. Polisi juga telah memeriksa empat saksi lainnya termasuk teman korban yang menyaksikan kejadian pencabulan itu.

Akibat perbuatan itu, Tete Os dijerat UU Perlindungan Anak UU RI Nomor 17 tahun 2016, pasal 82 ayat (1) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 milyar. (RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top