AMBONESIA

Tim BAILEO Optimis Hasil Quick Count Tak Berubah Di KPU

RakyatMaluku.com – TIM Pemenangan pasangan Calon Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno, optimis, bahwa hasil perhitungan suara yang nantinya dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, tidak mengalami perubahan jauh, dari data yang sudah dirilis oleh Lembaga Survei, dalam Quich Count atau perhitungan cepat Pilkada Maluku, pekan kemarin.

Di mana, dalam perhitungan cepat oleh Lembaga Survei milik Denny JA, saat Pilkada kemarin, pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno memperoleh 43,07 persen suara, yang kemudian disusul oleh pasangan Said Assagaff–Anderias Rentanubun (SANTUN) 30,45 persen, dan Hermaan Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) sebanyak 26,43 persen. Demikian disampaikan oleh Ketua Devisi Data Pasangan Baileo, Novert Hukunala, kepada wartawan, Sabtu, 30 Juni 2018.

Menurut dia, kemenangan pasangan Murad-Orno dengan perolehan suara, 253,918 atau 40,12 persen, disusul pasangan SANTUN 193.704 suara atau 30,60 persen dan HEBAT 185.392 atau 29,28 persen, sudah final. Tentu, semua orang akan menunggu hasil perhitungan oleh KPU termasuk pihaknya, sesuai arahan langsung dari calon Gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail, beberapa waktu lalu.

“Hasil yang kita kumpulkan dari para saksi di tingkat TPS dan rekapitulasi tingkat kecamatan berdasarkan C1-KWK itu tidak ada yang berbeda. Kalau toh ada yang terkoreksi, itu sangat kecil sekali. Karena 95 persen data yang dikirim oleh saksi kita berdasarkan C itu semuanya valid,” kata dia.

Ditambahkan Ketua Devisi Hukum pasangan BAILEO, Samson Attapar, bahwa, berdasarkan hasil perolehan sua yang ada saat ini perbedaannya sangat signifikan. “Kami yakin, sisa suara yang akan masuk itu tidak akan mempengaruhi perolehan suara yang ada. Perbedaan itu sudah sangat jauh,” ujar Samson.

Kata dia, penting juga disampaikan ke publik bahwa, hasil pemilukada Maluku ini kemungkinan tidak akan sampai ke Mahkama Konstitusi (MK). Sehingga jika pun ada yang menggugat akan sia-sia saja, karena dalam putusan sela sudah pasti akan digugurkan berdasarkan pengalaman maupun tindakan hukum yang dilakukan pada pilkada tahun 2015 maupun pilkada 2017 lalu.

Dengan demikian, hasil Pilkada Maluku tidak bisa digugat ke MK. Sebab, sesuai aturan, gugatan terhadap hasil Pilkada dapat dilakukan jika selisih suara di bawah 2 persen. “Selisihnya di atas 10 persen, sehingga tidak ada ruang sedikit pun secara formil untuk bisa diajukan ke MK,” tegas Attapary. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top